Showing posts with label Cerita Dewasa. Show all posts
Showing posts with label Cerita Dewasa. Show all posts

Wednesday, July 23, 2014

Nikmatnya Sex Pertama ku

Nikmatnya Sex Pertama ku

12:22 PM No comments:
Cerita Dewasa Nikmatnya Sex Pertama ku - Yah, sebenernya sih gue tuh lagi belajar di luar negri tepatnya di KL [Kuala lumpur], pertama kali gue masuk college, yah gue akui tuh emang banyak co yg keceng2 sih, ga tahan liatnya juga. terus gue belajar di college tuh ampe bulan ketiga tepatnya di bulan oktober'98 gue ketemu ame satu co namanya Rico. wah, uda cakep, gagah, bodinya juga jadi, malahan banyak ce yg ngejarin dia cuman ga tau kesambet apa yah malah milihnya gue, yah uda dlm waktu 2 bulan gue resmian dech pacaran ame Rico.

Nikmatnya Sex Pertama ku

pertama-tama sih keliatannya Rico tuh alim, ternyata uda beberapa bulan Rico ternyata bawel dan bandel banget! gue yg belon pernah merasai yg namanya dicumbu, tau2 pas di rumah temennya ga ada org, gue yg lage enak2 maen komputer game, tiba2 dr belakang tuh Rico menyergap gue. tentu aja gue kaget bukan maen, cuman yah namanya juga co gue, yah gue terima aje...lalu, Rico mulai memegang leher gue dan mendekatkan mulutnya ke arah kuping gue. tentu aja gue merasa bergairah. malahan baru pertama kali gue merasainya. kemudian lama2 tangannya yg nakal mulai membuka baju gue satu persatu sampai tinggal bra dan cd gue doank. dia pun juga menanggalkan seluarnya dan cuman tinggal seluar dalamnya juga, lalu Rico mengajak gue ke tempat tidur yg master bed room buiar terasa high lalu Rico mulai mengecup bibir gue dgn lembut, hm..terasa bagaikan heaven banget. terus pelan2 dia mulai buka bra gue dan mejilati puting buah dada gue. aduh, terangsang sekali gue awktu itu, dia remes2 buah dada gue sampai gue mengeluh ahh..ah...ah...." lagi, Ric....ah..ah.." lalu, perlahan-lahan dia mencium perut gue sampai ke ujung bawah....lalu dia membuka cd gue, jadi seketika itu gue uda telanjang bulat. karena Rico ga tahan, dia juga bugil barengan.

Dia mulai membuka kaki gue menjadi dua belahan yg lebar, perlahan-lahan menjilati memek gue, dengan nafsunya dia menghisap memek gue sampai gue teriak ah..ah...lagi dong..ah...terus yah yah...ah....kemudian dia berdiri minta gue suck his dick. ya uda gue turutin. gue suck suck suck penisnya yg uda mulai mengeras dan gue maenkan lidah gue ke penis dia dna gue jilatin penisnya dgn gairah yg besar hingga Rico juga memejamkan matanya sambil mengeluarkan suara yg begitu aduhai....lalu gue ama Rico membuat style. gue suck his penis and he lick my vagina together. itupun lebih yahud lage, soalnya memek gue, gue bukalebar2 jadi terasa lebih nikmat...setelah 10 menit, gue ganti style. gue di bawah dan mengangkat kaki gue lebar2 dan Rico mulai memasuki dick-nya ke dlm memek gue..emang gue merasa sakit sih, lalu gue suruh rico pelan2 masukinnya.lalu Rico membuka kaki gue dan seketika dia masukin penisnya ke memek gue, " aduh,....sakit Ric...." lalu Rico berkata " ga apa2 sayang! just enjoy it." yah uda, gue merasakan penisnhya masuk keluar dr lubang memek gue, ah....yah...this is great...more..more....lalu gantian gue merangkak lalu dr arah belakang Rico masukinlage penisnya ke lubang memek gue yg uda ga virgin lage. begitu masuk, terasa nikmat lage sehingga gue mendesah dgn kencang dan nikmat....tapi karena uda ga tahan sebentar lage gue climax...."ah,...ah...Ric..ga tahan nih...ah.....AHHHHHH" yah..klimax dech! air putih keluar dari memek gue, sekujur daerah memek gue basah sehingga membuat Rico semakin asik aja masuk keluar penisnya...dan sekitar 5 menit gantian Rico climax...spermanya keluar dan gue jilat2in spermanya ampe mulut gue byk spermanya..lalu Rico menjilati memek gue yg basah....ah....itulah pertama kali gue menikamti seks yg luar biasa...tapi yah..sekarang ini gue uda tunangan ama Rico karena dia bertanggung jawab atas perbuatannya jadi jika sekalipun rico tidak bertanggung jawab gue juga tidak perlu takut kerna sekarang sdh banyak juga obat penggugur kandungan via online, jadi mudah gue untuk dapetin obat itu namun alkhamdulilah rico bertanggung jawab dan juga kami berdua saling mecintai....
Read More >>

Tuesday, July 22, 2014

 3 Ronde Yang Memuaskanku

3 Ronde Yang Memuaskanku

12:46 PM No comments:

                      3 Ronde Yang Memuaskanku

3 Ronde Yang Memuaskanku Cerita Dewasa Cerita Sex - Semenjak aku mengetahui Alamat blog ini 6 bulan lalu, hampir semua cerita aku baca, terutama yang merupakan kisah nyata. Karena itulah aku tergerak untuk mencoba menceritakan pengalamanku. Aku (sebut saja Aswin), umur hanpir 40 tahun, postur tubuh biasa saja, seperti rata-rata orang Indonesia, tinggi 168 cm, berat 58 kg, wajah lumayan (kata ibuku), kulit agak kuning, seorang suami dan bapak satu anak kelas satu Sekolah Dasar. Selamat mengikuti pengalamanku. Cerita yang aku paparkan berikut ini terjadi hari Senin. Hari itu aku berangkat kerja naik bis kota (kadang-kadang aku bawa mobil sendiri). Seperti hari Senin pada umumnya bis kota terasa sulit. Entah karena armada bis yang berkurang, atau karena setiap Senin orang jarang membolos dan berangkat serentak pagi-pagi. Setelah hampir satu jam berlari ke sana ke mari, akhirnya aku mendapatkan bis. Dengan nafas ngos-ngosan dan mata kesana kemari, akhirnya aku mendapat tempat duduk di bangku dua yang sudah terisi seorang wanita. Kuhempaskan pantat dan kubuang nafas pertanda kelegaanku mendapatkan tempat duduk, setelah sebelumnya aku menganggukkan kepala pada teman dudukku.
Karena lalu lintas macet dan aku lupa tidak membawa bacaan, untuk mengisi waktu dari pada bengong, aku ingin menegur wanita di sebelahku, tapi keberanianku tidak cukup dan kesempatan belum ada, karena dia lebih banyak melihat ke luar jendela atau sesekali menunduk. Tiba-tiba ia menoleh ke arahku sambil melirik jam tangannya. Mmacet sekali ya? katanya yang tentu ditujukan kepadaku. Biasa Mbak, setiap Senin begini. Mau kemana? sambutku sekaligus membuka percakapan. Oh ya. Saya dari Cikampek, habis bermalam di rumah orang tua dan mau pulang ke Pondok Indah, jawabnya. Belum sempat aku buka mulut, ia sudah melanjutkan pembicaraan, Kerja dimana Mas? Daerah Sudirman, jawabku. ?Obrolan terus berlanjut sambil sesekali aku perhatikan wajahnya. Bibirnya tipis, pipinya halus, dan rambutnya berombak. Sedikit ke bawah, dadanya tampak menonjol, kenyal menantang. Aku menelan ludah. Kuperhatikan jarinya yang sedang memegang tempat duduk di depan kami, lentik, bersih terawat dan tidak ada yang dibiarkan tumbuh panjang. Dari obrolannya keketahui ia (sebut saja Mamah) seorang wanita yang kawin muda dengan seorang duda beranak tiga dimana anak pertamanya umurnya hanya dua tahun lebih muda darinya. Masa remajanya tidak sempat pacaran.
Karena waktu masih sekolah tidak boleh pacaran, dan setelah lulus dipaksa kawin dengan seorang duda oleh orang tuanya. Sambil bercerita, kadang berbisik ke telingaku yang otomatis dadanya yang keras meneyentuh lengan kiriku dan di dadaku terasa seer! Sesekali ia memegangi lenganku sambil terus cerita tentang dirinya dan keluarganya. Pacaran asyik ya Mas? tanyanya sambil memandangiku dan mempererat genggaman ke lenganku. Lalu, karena genggaman dan gesekan gunung kembar di lengan kiriku, otakku mulai berpikiran jorok. Kepingin ya? jawabku berbisik sambil mendekatkan mulutku ke telinganya. Ia tidak menjawab, tapi mencubit pahaku. Tanpa terasa bis sudah memasuki terminal Blok M, berarti kantorku sudah terlewatkan. Kami turun. Aku bawakan tasnya yang berisi pakaian menuju kafetaria untuk minum dan meneruskan obrolan yang terputus. Kami memesan teh botol dan nasi goreng. Kebetulan aku belum sarapan dan lapar. Sambil menikmati nasi goreng hangat dan telor matasapi, akhirnya kami sepakat mencari hotel. Setelah menelepon kantor untuk minta cuti sehari, kami berangkat. Sesampai di kamar hotel, aku langsung mengunci pintu dan menutup rapat kain horden jendela. Kupastikan tak terlihat siapapun. Lalu kulepas sepatu dan menghempaskan badan di kasur yang empuk. Kulihat si Mamah tak tampak, ia di kamar mandi. Kupandangi langit-langit kamar, dadaku berdetak lebih kencang, pikiranku melayang jauh tak karuan. Senang, takut (kalau-kalau ada yang lihat) terus berganti. Tiba-tiba terdengar suara tanda kamar mandi dibuka. Mamah keluar, sudah tanpa blaser dan sepatunya.
Kini tampak di hadapanku pemandangan yang menggetarkan jiwaku. Hanya memakai baju putih tipis tanpa lengan. Tampak jelas di dalamnya BH hitam yang tak mampu menampung isinya, sehingga dua gundukan besar dan kenyal itu membentuk lipatan di tengahnya. Aku hanya bisa memandangi, menarik nafas serta menelan ludah. Mungkin ia tahu kalau aku terpesona dengan gunung gemburnya. Ia lalu mendekat ke ranjang, melatakkan kedua tangannya ke kasur, mendekatkan mukanya ke mukaku, Mas.. katanya tanpa melanjutkan kata-katanya, ia merebahkan badan di bantal yang sudah kusiapkan. Aku yang sudah menahan nafsu sejak tadi, langsung mendekatkan bibirku ke bibirnya. Kami larut dalam lumat-lumatan bibir dan lidah tanpa henti. Kadang berguling, sehingga posisi kami bergantian atas-bawah. Kudekap erat dan kuelus punggungnya terasa halus dan harum. Posisi ini kami hentikan atas inisiatifku, karena aku tidak terbiasa ciuman lama seperti ini tanpa dilepas sekalipun. Tampak ia nafsu sekali. Aku melepas bajuku, takut kusut atau terkena lipstik. Kini aku hanya memakai CD. Ia tampak bengong memandangi CD-ku yang menonjol. Lepas aja bajumu, nanti kusut, kataku. Malu ah.. katanya. Kan nggak ada yang lihat. Cuma kita berdua, kataku sambil meraih kancing paling atas di punggungnya. Dia menutup dada dengan kedua tangannya tapi membiarkan aku membuka semua kancing. Kulempar bajunya ke atas meja di dekat ranjang. Kini tinggal BH dan celana panjang yang dia kenakan. Karena malu, akhirnya dia mendekapku erat-erat. Dadaku terasa penuh dan empuk oleh susunya, nafsuku naik lagi satu tingkat, burung-ku tambah mengencang.
Dalam posisi begini, aku cium dan jilati leher dan bagian kuping yang tepat di depan bibirku. Ach.. uh.. hanya itu yang keluar dari mulutnya. Mulai terangsang, pikirku. Setelah puas dengan leher dan kuping kanannya, kepalanya kuangkat dan kupindahkan ke dada kiriku. Kuulangi gerakan jilat leher dan pangkal kuping kirinya, persis yang kulakukan tadi. Kini erangannya semakin sering dan keras. Mas.. Mas.. geli Mas, enak Mas.. Sambil membelai rambutnya yang sebahu dan harum, kuteruskan elusanku ke bawah, ke tali BH hingga ke pantatnya yang bahenol, naik-turun. Selanjutnya gerilyaku pindah ke leher depan. Kupandangi lipatan dua gunung yang menggumpal di dadanya. Sengaja aku belum melepas BH, karena aku sangat menikmati wanita yang ber-BH hitam, apalagi susunya besar dan keras seperti ini. Jilatanku kini sampai di lipatan susu itu dan lidahku menguas-nguas di situ sambil sesekali aku gigit lembut. Kudengar ia terus melenguh keenakan. Kini tanganku meraih tali BH, saatnya kulepas, ia mengeluh, Mas.. jangan, aku malu, soalnya susuku kegedean, sambil kedua tangannya menahan BH yang talinya sudah kelepas. Coba aku lihat sayang.. Kataku memindahkan kedua tangannya sehingga BH jatuh, dan mataku terpana melihat susu yang kencang dan besar. Mah.. susumu bagus sekali, aku sukaa banget, pujiku sambil mengelus susu besar menantang itu. Putingnya hitam-kemerahan, sudah keras. Kini aku bisa memainkan gunung kembar sesukaku. Kujilat, kupilin putingnya, kugigit, lalu kugesek-gesek dengan kumisku, Mamah kelojotan, merem melek, Uh.. uh.. ahh.. Setelah puas di daerah dada, kini tanganku kuturunkan di daerah selangkangan, sementara mulut masih agresif di sana. Kuusap perlahan dari dengkul lalu naik. Kuulangani beberapa kali, Mamah terus mengaduh sambil membuka tutup pahanya. Kadang menjepit tangan nakalku. Semua ini kulakukan tahap demi tahap dengan perlahan. Pertimbanganku, aku akan kasih servis yang tidak terburu-buru, benar-benar kunikmati dengan tujuan agar Mamah punya kesan berbeda dengan yang pernah dialaminya. Kuplorotkan celananya. Mamah sudah telanjang bulat, kedua pahanya dirapatkan. Ekspresi spontan karena malu. Kupikir dia sama saja denganku, pengalaman pertama dengan orang lain. Aku semakin bernafsu. Berarti di hadapanku bukan perempuan nakal apalagi profesional. Kini jari tengahku mulai mengelus perlahan, turun-naik di bibir vaginanya. Perlahan dan mengambang. Kurasakan di sana sudah mulai basah meski belum becek sekali.
Ketika jari tengahku mulai masuk, Mamah mengaduh, Mas.. Mas.. geli.. enak.. terus..! Kuraih tangan Mamah ke arah selangkanganku (ini kulakukan karena dia agak pasif. Mungkin terbiasa dengan suami hanya melakukan apa yang diperintahkan saja). Mas.. keras amat.. Gede amat? katanya dengan nada manja setelah meraba burungku. Mas.. Mamah udah nggak tahan nikh, masukin ya..? pintanya setengah memaksa, karena kini batangku sudah dalam genggamannya dan dia menariknya ke arah vagina. Aku bangkit berdiri dengan dengkul di kasur, sementara Mamah sudah dalam posisi siap tembak, terlentang dan mengangkang. Kupandangi susunya keras tegak menantang.
Ketika kurapatkan senjataku ke vaginanya, reflek tangan kirinya menangkap dan kedua kakinya diangkat. Mas.. pelan-pelan ya.. Sambil memejamkan mata, dibimbingnya burungku masuk ke sarang kenikmatan yang baru saja dikenal. Meski sudah basah, tidak juga langsung bisa amblas masuk. Terasa sempit. Perlahan kumasukkan ujungnya, lalu kutarik lagi. Ini kuulangi hingga empat kali baru bisa masuk ujungnya. Sret.. sret.. Mamah mengaduh, Uh.. pelan Mas.. sakit.. Kutarik mundur sedikit lagi, kumasukkan lebih dalam, akhirnya.. Bles.. bles.. barangku masuk semua. Mamah langsung mendekapku erat-erat sambil berbisik, Mas.. enak, Mas enak.. enak sekali.. kamu sekarang suamiku.. Begitu berulang-ulang sambil menggoyangkan pinggul, tanpa kumengerti apa maksud kata suami. Mamah tiba-tiba badannya mengejang, kulihat matanya putih, Aduuh.. Mas.. aku.. enak.. keluaar.. tangannya mencengkeram rambutku. Aku hentikan sementara tarik-tusukku dan kurasakan pijatan otot vaginanya mengurut ujung burungku, sementara kuperhatikan Mamah merasakan hal yang sama, bahkan tampak seperti orang menggigil. Setelah nafasnya tampak tenang, kucabut burungku dari vaginanya, kuambil celana dalamnya yang ada di sisi ranjang, kulap burungku, juga bibir vaginanya. Lantas kutancapkan lagi. Kembali kuulangi kenikmatan tusuk-tarik, kadang aku agak meninggikan posisiku sehingga burungku menggesek-gesek dinding atas vaginanya. Gesekan seperti ini membuat sensasi tersendiri buat Mamah, mungkin senggamanya selama ini tak menyentuh bagian ini.
Setiap kali gerakan ini kulakukan, dia langsung teriak, Enak.. terus, enak terus.. terus.. begitu sambil tangannya mencengkeram bantal dan memejamkan mata. Aduuhm Mas.. Mamah keluar lagi niikh.. teriaknya yang kusambut dengan mempercepat kocokanku. Tampak dia sangat puas dan aku merasa perkasa. Memang begitu adanya. Karena kalau di rumah, dengan istri aku tidak seperkasa ini, padahal aku tidak pakai obat atau jamu kuat. Kurasakan ada sesuatu yang luar biasa. Kulirik jam tanganku, hampir satu jam aku lakukan adegan ranjang ini. Akhirnya aku putuskan untuk terus mempercepat kocokanku agar ronde satu ini segera berakhir. Tekan, tarik, posisi pantatku kadang naik kadang turun dengan tujuan agar semua dinding vaginanya tersentung barangku yang masih keras. Kepala penisku terasa senut-senut, Mah.. aku mau keluar nikh.. kataku. He.. eeh.. terus.. Mas, aduuh.. gila.. Mamah juga.. Mas.. terus.. terus.. Crot.. crot.. maniku menyemprot beberapa kali, terasa penuh vaginanya dengan maniku dan cairannya. Kami akhiri ronde pertama ini dengan klimaks bareng dan kenikmatan yang belum pernah kurasakan. Satu untukku dan tiga untuk Mamah. Setelah bersih-bersih badan, istirahat sebentar, minum kopi, dan makan makanan ringan sambil ngobrol tentang keluarganya lebih jauh. Mamah semakin manja dan tampak lebih rileks. Merebahkan kepalanya di pundakku, dan tentu saja gunung kembarnya menyentuh badanku dan tangannya mengusap-usap pahaku akhirnya burungku bangun lagi. Kesempatan ini dipergunakan dengan Mamah. Dia menurunkan kepalanya, dari dadaku, perut, dan akhirnya burungku yang sudah tegang dijilatinya dengan rakus. Enak Mas.. asin gimana gitu. Aku baru sekali ini ngrasain begini, katanya terus terang. Tampak jelas ia sangat bernafsu, karena nafasnya sudah tidak beraturan. Ah.. lenguhnya sambil melepas isapannya. Lalu menegakkan badan, berdiri dengan dengkul sebagai tumpuan. Tiba-tiba kepalaku yang sedang menyandar di sisi ranjang direbahkan hingga melitang, lalu Mamah mengangkangiku. Posisi menjadi dia persis di atas badanku. Aku terlentang dan dia jongkok di atas perutku. Burungku tegak berdiri tepat di bawah selangkangannya. Dengan memejamkan mata, Mas.. Mamah gak tahaan.. Digenggamnya burungku dengan tangan kirinya, lalu dia menurunkan pantatnya. Kini ujung kemaluanku sudah menyentuh bibir vaginanya. Perlahan dan akhirnya masuk. Dengan posisi ini kurasakan, benar-benar kurasakan kalau barang Mamah masih sempit. Vagina terasa penuh dan terasa gesekan dindingnya. Mungkin karena lendir vaginanya tidak terlalu banyak, aku makin menikmati ronde kedua ini. Aduuh.. Mas, enak sekali Mas.
Aku nggak pernah sepuas ini. Aduuh.. kita suami istri kan? lalu.. Aduuh.. Mamah enak Mas.. mau keluar nikh.. aduuh.. katanya sambil meraih tanganku diarahkan ke susunya. Kuelus, lalu kuremas dan kuremas lagi semakin cepat mengikuti, gerakan naik turun pantatnya yang semakin cepat pula menuju orgasme. Akhirnya Mamah menjerit lagi pertanda klimaks telah dicapai. Dengan posisi aku di bawah, aku lebih santai, jadi tidak terpancing untuk cepat klimaks. Sedangkan Mamah sebaliknya, dia leluasa menggerakkan pantat sesuai keinginannya. Adegan aku di bawah ini berlangsung kurang lebih 30 menit. Dan dalam waktu itu Mamah sempat klimaks dua kali. Sebagai penutup, setelah klimaks dua kali dan tampak kelelahan dengan keringat sekujur tubuhnya, lalu aku rebahkan dia dengan mencopot burungku. Setelah kami masing-masing melap barang, kumasukkan senjataku ke liang kenikmatannya. Posisinya aku berdiri di samping ranjang. Pantatnya persis di bibir ranjang dan kedua kakinya di pundakku. Aku sudah siap memulai acara penutupan ronde kedua. Kumulai dengan memasukkan burungku secara perlahan. Uuh.. hanya itu suara yang kudengar. Kumaju-mundurkan, cabut-tekan, burungku. Makin lama makin cepat, lalu perlahan lagi sambil aku ambil nafas, lalu cepat lagi. Begitu naik-turun, diikuti suara Mamah, Hgh.. hgh.. seirama dengan pompaanku. ?Setiap kali aku tekan mulutnya berbunyi, Uhgh.. Lama-lama kepala batanganku terasa berdenyut. Mah.. aku mau keluar nikh.. Yah.. pompa lagi.. cepat lagi.. Mamah juga Mas.. Kita bareng ya.. ya.. terus.. Dan akhirnya jeritan.. Aaauh.. menandai klimaksnya, dan kubalas dengan genjotan penutup yang lebih kuat merapat di bibir vagina, Crot.. crott. Aku rebah di atas badannya. Adegan ronde ketiga ini kuulangi sekali lagi. Persis seperti ronde kedua tadi. ?Pembaca, ini adalah pengalaman yang luar biasa buat saya. Luar biasa karena sebelumnya aku tak pernah merasakan sensasi se-luar biasa dan senikmat ini. Setelah itu kami tidak pernah bertemu lagi, meski aku tahu alamatnya. Kejadian ini membuktikan, seperti yang pernah kubaca, bahwa selingkuh yang paling nikmat dan akan membawa kesan mendalam adalah yang dilakukan sekali saja dengan orang yang sama. Jangan ulangi lagi (dengan orang yang sama), sensasinya atau getarannya akan berkurang. Aku kadang merindukan saat-saat seperti ini. Selingkuh yang aman seperti ini.


3 Ronde Yang Memuaskanku
Read More >>
Kisah Nyata Cinta ku

Kisah Nyata Cinta ku

12:40 PM No comments:

                                         Kisah Nyata Cinta ku

kisah Cinta kuCerita Dewasa Cerita Sex - Nama saya Citra (samaran) , dan saya adalah mahasiswa semester 5 di salah satu universitas swasta ternama di bilangan Jakarta Pusat , dan apa yang akan saya ceritakan disini adalah kisah yang terjadi sekitar beberapa tahun yang lalu.
Hari Rabu adalah hari yang paling melelahkan bagiku ketika semester lima, bagaimana tidak, hari itu aku ada tiga mata kuliah, dua yang pertama mulai jam 9 sampai jam tiga dan yang terakhir mulai jam lima sampai jam 7 malam, belum lagi kalau ada tugas bisa lebih lama deh. Ketika itu aku baru menyerahkan tugas diskusi kelompok sekitar jam 7 lebih. Waktu aku dan teman sekelompokku, si Dimas selesai, di kelas masih tersisa enam orang dan Pak Didi , sang dosen.
“Bareng yuk jalannya, parkir dimana Citra ?” ajak Dimas “Jauh nih, di deket psikologi, rada telat sih tadi”
Dimas pulang berjalan kaki karena kostnya sangat dekat dengan kampus. Sebenarnya kalau menemaniku dia harus memutar agak jauh dari jalan keluar yang menuju ke kostnya, mungkin dia ingin memperlihatkan naluri prianya dengan menemaniku ke tempat parkir yang kurang penerangan itu. Dia adalah teman seangkatanku dan pernah terlibat one night stand denganku. Orangnya sih lumayan cakep dengan rambut agak gondrong dan selalu memakai pakaian bermerek ke kampus, juga terkenal sebagai buaya kampus.
Malam itu hanya tinggal beberapa kendaraan saja di tempat parkir itu. Terdengar bunyi sirine pendek saat kutekan remote mobilku. Akupun membuka pintu mobil dan berpamitan padanya. Ketika aku menutup pintu, tiba-tiba aku dikejutkan oleh Dimas yang membuka pintu sebelah dan ikut masuk ke mobilku.
“Eeii… mau ngapain kamu ?” tanyaku sambil meronta karena Dimas mencoba mendekapku.
“Ayo dong Citra, kita kan sudah lama nggak melakukan hubungan badan nih, saya kangen sama vagina kamu nih” katanya sambil menangkap tanganku.
“Ihh… nggak mau ah, saya capek nih, lagian kita masih di tempat parkir gila !” tolakku sambil berusaha lepas.
Karena kalah tenaga dia makin mendesakku hingga mepet ke pintu mobil dan tangan satunya berhasil meraih payudaraku lalu meremasnya. “Dimas… jangan… nggak mmhhh!” dipotongnya kata-kataku dengan melumat bibirku.
Jantungku berdetak makin kencang, apalagi Dimas menyingkap kaos hitam ketatku yang tak berlengan dan tangannya mulai menelusup ke balik BH- ku. Nafsuku terpancing, berangsur-angsur rontaanku pun melemah. Rangsangannya dengan menjilat dan menggigit pelan bibir bawahku memaksaku membuka mulut sehingga lidahnya langsung menerobos masuk dan menyapu telak rongga mulutku, mau tidak mau lidahku juga ikut bermain dengan lidahnya. Nafasku makin memburu ketika dia menurunkan cup BH ku dan mulai memilin-milin putingku yang kemerahan. Teringat kembali ketika aku ML dengannya di kostnya dulu. Kini aku mulai menerima perlakuannya, tanganku kulingkarkan pada lehernya dan membalas ciumannya dengan penuh gairah. Kira-kira setelah lima menitan kami ber-French kiss, dia melepaskan mulutnya dan mengangkat kakiku dari jok kemudi membuat posisi tubuhku memanjang ke jok sebelah. Hari itu aku memakai bawahan berupa rok dari bahan jeans 5 cm diatas lutut, jadi begitu dia membuka kakiku, langsung terlihat olehnya pahaku yang putih mulus dan celana dalam pink-ku.
“Kamu tambah nafsuin aja Citra, saya sudah tegangan tinggi nih” katanya sambil menaruh tangannya dipahaku dan mulai mengelusnya.
Ketika elusannya sampai di pangkal paha, diremasnya daerah itu dari luar celana dalamku sehingga aku merintih dan menggeliat. Reaksiku membuat Dimas makin bernafsu, jari-jarinya mulai menyusup ke pinggiran celana dalamku dan bergerak seperti ular di permukaannya yang berbulu. Mataku terpedam sambil mendesah nikmat saat jarinya menyentuh klistorisku. Kemudian gigitan pelan pada pahaku, aku membuka mata dan melihatnya menundukkan badan menciumi pahaku. Jilatan itu terus merambat dan semakin jelas tujuannya, pangkal pahaku. Dia makin mendekatkan wajahnya ke sana sambil menaikkan sedikit demi sedikit rokku.
Dan… oohh… rasanya seperti tersengat waktu lidahnya menyentuh bibir vaginaku, tangan kanannya menahan celana dalamku yang disibakkan ke samping sementara tangan kirinya menjelajahi payudaraku yang telah terbuka.
Aku telah lepas kontrol, yang bisa kulakukan hanya mendesah dan menggeliat, lupa bahwa ini tempat yang kurang tepat, goyangan mobil ini pasti terlihat oleh orang di luar sana. Namun nafsu membuat kami terlambat menyadari semuanya. Di tengah gelombang birahi ini, tiba- tiba kami dikejutkan oleh sorotan senter beserta gedoran pada jendela di belakangku. Bukan main terkejutnya aku ketika menengok ke belakang dan melihat dua orang satpam sampai kepalaku kejeduk jendela, begitu juga Dimas, dia langsung tersentak bangun dari selangkanganku. Satu dari mereka menggedor lagi dan menyuruh kami turun dari mobil. Tadinya aku mau kabur, tapi sepertinya sudah tidak keburu, lagian takutnya kalau mereka mengejar dan memanggil yang lain akan semakin terbongkar skandal ini, maka kamipun memilih turun membicarakan masalah ini baik-baik dengan mereka setelah buru-buru kurapikan kembali pakaianku.
Mereka menuduh kami melakukan perbuatan mesum di areal kampus dan harus dilaporkan. Tentu saja kami tidak menginginkan hal itu terjadi sehingga terjadi perdebatan dan tawar-menawar di antara kami. Kemudian yang agak gemuk dan berkumis membisikkan sesuatu pada temannya, entah apa yang dibisikkan lalu keduanya mulai cengengesan melihat ke arahku. Temannya yang tinggi dan berumur 40-an itu lalu berkata,
“Gini saja, bagaimana kalau kita pinjam sebentar cewek kamu buat biaya tutup mulut ?”
Huh, dasar pikirku semua laki-laki sama saja pikirannya tak jauh dari selangkangan. Rupanya dalam hal ini Dimas cukup gentleman juga, walaupun dia bukan pacarku, tapi dia tetap membelaku dengan menawarkan sejumlah uang dan berbicara agak keras pada mereka. Di tengah situasi yang mulai memanas itu akupun maju memegangi tangan Dimas yang sudah .terkepal kencang.
“Sudahlah Mas, nggak usah buang-buang duit sama tenaga, biar saya saja yang beresin” kataku
“Ok, bapak-bapak saya turuti kemauan kalian tapi sesudahnya jangan coba ungkit-ungkit lagi masalah ini !”
Walaupun Dimas keberatan dengan keputusanku, namun dia mau tidak mau menyerah juga. Aku sendiri meskipun kesal tapi juga menginginkannya untuk menuntaskan libidoku yang tanggung tadi, lagipula bermain dengan orang-orang seperti mereka bukan pertama kalinya bagiku. Singkat cerita kamipun digiring mereka ke gedung psikologi yang sudah sepi dan gelap, di ujung koridor kami disuruh masuk ke suatu ruangan yang adalah toilet pria. Salah seorang menekan sakelar hingga lampu menyala, cukup bersih juga dibanding toilet pria di fakultas lainnya pikirku.
“Nah, sekarang kamu berdiri di pojok sana, perhatiin baik-baik kita ngerjain cewek kamu !” perintah yang tinggi itu pada Dimas.
Di sudut lain mereka berdiri di sebelah kanan dan kiriku menatapi tubuhku dalam pakaian ketat itu. Sorot mata mereka membuatku nervous dan jantungku berdetak lebih cepat, kakiku serasa lemas bak kehilangan pijakan sehingga aku menyandarkan punggungku ke tembok.
Kini aku dapat melihat nama-nama mereka yang tertera di atas kantong dadanya. Yang tinggi dan berusia sekitar pertengahan 40 itu namanya Egy , dan temannya yang berkumis itu bernama Romli . Pak Egy mengelusi pipiku sambil menyeringai mesum.
“Hehehe… cantik, mulus… wah beruntung banget kita malam ini !” katanya
“Kenalan dulu dong non, namanya siapa sih ?” tanya Pak Romli sambil menyalami tanganku dan membelainya dari telapak hingga pangkalnya, otomatis bulu-buluku merinding dan darahku berdesir dielus seperti itu.
“Citra” jawabku dengan agak bergetar.
“Wah Citra yah, nama yang indah kaya orangnya, pasti dalemnya juga indah” Pak Egy menimpali dan disambut gelak tawa mereka.
“Non Citra coba sun saya dong, boleh kan ?” pinta Pak Romli memajukan wajahnya
Aku tahu itu bukan permintaan tapi keharusan, maka kuberikan satu kecupan pada wajahnya yang tidak tampan itu.
“Ahh…non Citra ini di mobil lebih berani masak di sini cuma ngecup aja sih, gini dong harusnya” Kata Pak Egy seraya menarik wajahku dan melumat bibirku.
Aku memejamkan mata mencoba meresapinya, dia makin ganas menciumiku ditambah lagi tangannya sudah mulai meremas-remas payudaraku dari luar. Lidahnya masuk bertemu lidahku, saling menjilat dan berpilin, bara birahi yang sempat padam kini mulai terbakar lagi, bahkan lebih dahsyat daripada sebelumnya. Aku makin berani dan memeluk Pak Egy, rambutnya kuremas sehingga topi satpamnya terjatuh. Sementara dibawah sana kurasakan sebuah tangan yang kasar meraba pahaku. Aku membuka mata dan melihatnya, disana Pak Romli mulai menyingkap rokku dan merabai pahaku.
Pak Egy melepas ciumannya dan beralih ke sasaran berikutnya, dadaku. Kaos ketatku disingkapnya sehingga terlihatlah buah dadaku yang masih terbungkus BH pink, itupun juga langsung diturunkan.
“Wow teteknya montok banget non, putih lagi” komentarnya sambil meremas payudara kananku yang pas di tangannya.
Pak Romli juga langsung kesengsem dengan payudaraku, dengan gemas dia melumat yang kiri. Mereka kini semakin liar menggerayangiku. Putingku makin mengeras karena terus dipencet-pencet dan dipelintir Pak Egy sambil mencupangi leher jenjangku, dia melakukannya cukup lembut dibandingkan Pak Romli yang memperlakukan payudara kiriku dengan kasar, dia menyedot kuat-kuat dan kadang disertai gigitan sehingga aku sering merintih kalau gigitannya keras. Namun perpaduan antara kasar dan lembut ini justru menimbulkan sensasi yang khas.
Tak kusadari rokku sudah terangkat sehingga angin malam menerpa kulit pahaku, celana dalamku pun tersingkap dengan jelas. Pak Romli menyelipkan tangannya ke balik celana dalamku sehingga celana dalamku kelihatan menggembung. Tangan Pak Egy yang lainnya mengelusi belakang pahaku hingga pantatku. Nafasku makin memburu, aku hanya memejamkan mata dan mengeluarkan desahan-desahan menggoda. Aku merasakan vaginaku semakin basah saja karena gesekan-gesekan dari jari Pak Romli, bahkan suatu ketika aku sempat tersentak pelan ketika dua jarinya menemukan lalu mencubit pelan biji klitorisku. Reaksiku ini membuat mereka semakin bergairah. Pak Romli meraih tangan kiriku dan menuntunnya ke penisnya yang entah kapan dia keluarkan.
“Waw…keras banget, mana diamaternya lebar lagi” kataku dalam hati “bisa mati orgasme nih saya”
Aku mengocoknya perlahan sesuai perintahnya, semakin kukocok benda itu makin membengkak saja.
Pak Romli menarik tangannya keluar dari celana dalamku, jari-jarinya basah oleh cairan vaginaku yang langsung dijilatinya seperti menjilat madu. Kemudian aku disuruh berdiri menghadap tembok dan menunggingkan pantatku pada mereka, kusandarkan kedua tanganku di tembok untuk menyangga tubuhku.
“Asyik nih, malam ini kita bisa ngerasain pantat si non yang putih mulus ini” celoteh Pak Romli sambil meremasi bongkahan pantatku yang sekal.
Aku menoleh ke belakang melihat dia mulai menurunkan celana dalamku, disuruhnya aku mengangkat kaki kiri agar bisa meloloskan celana dalam. Akhirnya pantatku yang sudah telanjang menungging dengan celana dalamku masih menggantung di kaki kanan.
“Pak masukin sekarang dong” pintaku yang sudah tidak sabar marasakan batang-batang besar itu menjejali vaginaku.
“Sabar non, bentar lagi, bapak suka banget nih sama vagina non, wangi sih !” kata Pak Romli yang sedang menjilati vaginaku yang terawat baik.
ak Usep mendorong penisnya pada vaginaku, walaupun sudah becek oleh lendirku dan ludahnya, aku masih merasa nyeri karena penisnya yang tebal tidak sebanding ukurannya dengan liang senggamaku. Aku merintih kesakitan merasakan penis itu melesak hingga amblas seluruhnya. Tanpa memberiku waktu beradaptasi, dia langsung menyodok-nyodokkan penisnya dengan kecepatan yang semakin lama semakin tinggi. Pak Egy sejak posisiku ditunggingkan masih betah berjongkok diantara tembok dan tubuhku sambil mengenyot dan meremas payudaraku yang tergantung persis anak sapi yang sedang menyusu dari induknya. Pak Romli terus menggenjotku dari belakang sambil sesekali tangannya menampar pantatku dan meninggalkan bercak merah di kulitnya yang putih. Genjotannya semakin mambawaku ke puncak birahi hingga akupun tak dapat menahan erangan panjang yang bersamaan dengan mengejangnya tubuhku.
Tak sampai lima menit dia pun mulai menyusul, penisnya yang terasa makin besar dan berdenyut-denyut menggesek makin cepat pada vaginaku yang sudah licin oleh cairan orgasme.
“Ooohh… oohh… di dalam yah non… sudah mau nih” bujuknya dengan terus mendesah “Ahh… iyahh… di dalam aja… ahh” jawabku terengah-engah di tengah sisa-sisa orgasme panjang barusan.
Akhirnya diiringi erangan nikmat dia hentikan genjotannya dengan penis menancap hingga pangkalnya pada vaginaku, tangannya meremas erat-erat pinggulku. Terasa olehku cairan hangat itu mengalir memenuhi rahimku, dia baru melepaskannya setelah semprotannya selesai. Tubuhku mungkin sudah ambruk kalau saja mereka tidak menyangganya kuhimpun kembali tenaga dan nafasku yang tercerai-berai. Setelah mereka melepaskan pegangannya, aku langsung bersandar pada tembok dan merosot hingga terduduk di lantai. Kuseka dahiku yang berkeringat dan menghimpun kembali tenaga dan nafasku yang tercerai- berai, kedua pahaku mengangkang dan vaginaku belepotan cairan putih seperti susu kental manis.
“Hehehe…liat nih, air sperma saya ada di dalam vagina wanita kamu” kata Pak Romli pada Dimas sambil membentangkan bibir vaginaku dengan jarinya, seolah ingin memamerkan cairan spermanya pada Dimas yang mereka kira pacarku.
Opps…omong-omong tentang Dimas, aku hampir saja melupakannya karena terlalu sibuk melayani kedua satpam ini, ternyata sejak tadi dia menikmati liveshow ini di sudut ruangan sambil mengocok-ngocok penisnya sendiri. Kasihan juga dia pikirku cuma bisa melihat tapi tidak boleh menikmati, dasar buaya sih, begitu pikirku. Sekarang, Pak Romli menarik rambutku dan menyuruhku berlutut dan membersihkan penisnya, Pak Egy yang sudah membuka celananya juga berdiri di sebelahku menyuruhku mengocok penisnya.
Hhmmm…nikmat sekali rasanya menjilati penisnya yang berlumuran cairan kewanitaanku yang bercampur dengan sperma itu, kusapukan lidahku ke seluruh permukaannya hingga bersih mengkilap, setelah itu juga kuemut-emut daerah helmnya sambil tetap mengocok milik Pak Egy dengan tanganku. Aku melirik ke atas melihat reaksinya yang menggeram nikmat waktu kugelikitik lubang kencingnya dengan lidahku.
“Hei, sudah dong saya juga mau disepongin sama si non ini” potong Pak Egy ketika aku masih asyik memain-mainkan penis Pak Romli.
Pak Egy meraih kepalaku dan dibawanya ke penisnya yang langsung dijejali ke mulutku. Miliknya memang tidak sebesar Pak Romli, tapi aku suka dengan bentuknya lebih berurat dan lebih keras, ukurannya pun pas dimulutku yang mungil karena tidak setebal Pak Romli, tapi tetap saja tidak bisa masuk seluruhnya ke mulut karena cukup panjang. Aku mengeluarkan segala teknik menyepongku mulai dari mengulumnya hingga mengisap kuat-kuat sampai orangnya bergetar hebat dan menekan kepalaku lebih dalam lagi. Waktu sedang enak-enak menyepong, tiba- tiba Dimas mengerang, memancingku menggerakkan mata padanya yang sedang orgasme swalayan, spermanya muncrat berceceran di lantai. Pasti dia sudah horny banget melihat adegan-adegan panasku.
Merasa cukup dengan pelayanan mulutku, Pak Egy mengangkat tubuhku hingga berdiri, lalu dihimpitnya tubuhku ke tembok dengan tubuhnya, kaki kananku diangkat sampai ke pinggangnya. Dari bawah aku merasakan penisnya melesak ke dalamku, maka mulailah dia mengaduk-aduk vaginaku dalam posisi berdiri. Berulang-ulang benda itu keluar-masuk pada vaginaku, yang paling kusuka adalah saat-saat ketika hentakan tubuh kami berlawanan arah, sehingga penisnya menghujam vaginaku lebih dalam, apalagi kalau dengan tenaga penuh, kalau sudah begitu wuihh… seperti terbang ke surga tingkat tujuh rasanya, aku hanya bisa mengekspresikannya dengan menjerit sejadi-jadinya dan mempererat pelukanku, untung gedung ini sudah kosong, kalau tidak bisa berabe nih. Sementara mulutnya terus melumat leher, mulut, dan telingaku, tanganya juga menjelajahi payudara, pantat, dan pahaku. Gelombang orgasme kini mulai melandaku lagi, terasa sekali darahku bergolak, akupun kembali menggelinjang dalam pelukannya. Saat itu dia sedang melumat bibirku sehingga yang keluar dari mulutku hanya erangan- erangan tertahan, air ludah belepotan di sekitar mulut kami. Di sudut lain aku melihat Pak Romli sedang beristirahat sambil merokok dan mengobrol dengan Dimas.
Pak Egy demikian bersemangatnya menyetubuhiku, bahkan ketika aku orgasmepun dia bukannya berhenti atau paling tidak memberiku istirahat tapi malah makin kencang. Kakiku yang satu diangkatnya sehingga aku tidak lagi berpijak di tanah disangga kedua tangan kekar itu. Tusukan-tusukannya terasa makin dalam saja membuat tubuhku makin tertekan ke tembok. Sungguh kagum aku dibuatnya karena dia masih mampu menggenjotku selama hampir setengah jam bahkan dengan intensitas genjotan yang stabil dan belum menunjukkan tanda-tanda akan klimaks. Sesaat kemudian dia menghentikan genjotannya, dengan penis tetap menancap di vaginaku, dia bawa tubuhku yang masih digendongnya ke arah kloset. Disana barulah dia turunkan aku, lalu dia sendiri duduk di atas tutup kloset.
“Huh…capek non, ayo sekarang gantian non yang goyang dong” perintahnya
Akupun dengan senang hati menurutinya, dalam posisi seperti ini aku dapat lebih mendominasi permainan dengan goyangan-goyangan mautku. Tanpa disuruh lagi aku menurunkan pantatku di pangkuannya, kuraih penis yang sudah licin itu dan kutuntun memasuki vaginaku. Setelah menduduki penisnya, aku terlebih dahulu melepaskan baju dan bra-ku yang masih menggantung supaya lebih lega, soalnya badanku sudah panas dan bemandikan keringat, yang masih tersisa di tubuhku hanya rokku yang sudah tersingkap hingga pinggang dan sepasang sepatu hak di kakiku. Aku menggoyangkan tubuhku dengan gencar dengan gerakan naik- turun, sesekali aku melakukan gerakan meliuk sehingga Pak Egy mengerang karena penisnya terasa diplintir. Kedua tangannya meremasi payudaraku dari belakang, mulutnya juga aktif mencupangi pundak dan leherku.
Tiba-tiba aku dikejutkan oleh tangan besar yang menjambak rambutku dan mendongakkan wajahku ke atas. Dari atas wajah Pak Romli mendekat dan langsung melumat bibirku. Dimas yang sudah tidah bercelana juga mendekatiku, sepertinya dia sudah mendapat ijin untuk bergabung, dia menarik tanganku dan menggenggamkannya pada batang penisnya.
“Mmpphh… mmmhh !” desahku ditengah keroyokan ketiga orang itu. Toilet yang sempit itu menjadi penuh sesak sehingga udara terasa makin panas dan pengap.
“Ayo dong Citra… emut, sepongan kamu kan mantep banget”
Dimas menyodorkan penisnya kemulutku yang langsung kusambut dengan kuluman dan jilatanku, aku merasakan aroma sperma pada benda itu, lidahku terus menjelajah ke kepala penisnya dimana masih tersisa sedikit cairan itu, kupakai ujung lidah untuk menyeruput cairan yang tertinggal di lubang kencingnya. Ini tentu saja membuat Dimas blingsatan sambil meremas-remas rambutku. Aku melakukannya sambil terus bergoyang di pangkuan Pak Egy dan mengocok penisnya Pak Romli, sibuk sekali aku dibuatnya.
Sesaat kemudian penisnya makin membesar dan berdenyuk-denyut, lalu dia menepuk punggungku dan menyuruhku turun dari pangkuannya. Benar juga dugaanku, ternyata dia ingin melepaskan maninya di mulutku. Sekarang dengan posisi berlutut aku memainkan lidahku pada penisnya, dia mulai merem-melek dan menggumam tak jelas. Seseorang menarik pinggangku dari belakang membuat posisiku merangkak, aku tidak tahu siapa karena kepalaku dipegangi Pak Egy sehingga tidak bisa menengok belakang. Orang itu mendorongkan penisnya ke vaginaku dan mulai menggoyangnya perlahan. Kalau dirasakan dari ukurannya sih sepertinya si Dimas karena yang ini ukurannya pas dan tidak menyesakkan seperti milik Pak Romli. Ketika sedang enak-enaknya menikmati genjotan Dimas penis di mulutku mulai bergetar
“Aahhkk… saya mau keluar… non”
Pak Egy kelabakan sambil menjambaki rambutku dan creett…creett, beberapa kali semprotan menerpa menerpa langit-langit mulutku, sebagian masuk ke tenggorokan, sebagian lainnya meleleh di pinggir bibirku karena banyaknya sehingga aku tak sanggup menampungnya lagi.
Aku terus menghisapnya kuat-kuat membuatnya berkelejotan dan mendesah tak karuan, sesudah semprotannya berhenti aku melepaskannya dan menjilati cairan yang masih tersisa di batangnya. Dengan klimaksnya Pak Egy, aku bisa lebih berkonsentrasi pada serangan Dimas yang semakin mengganas. Tangannya merayap ke bawah menggerayangi payudaraku. Dimas sangat pandai mengkombinasikan serangan halus dan keras, sehingga aku dibuatnya melayang-layang. Gelombang orgasme sudah diambang batas, aku merasa sudah mau sampai, namun Dimas menyuruhku bertahan sebentar agar bisa keluar bersama. Sampai akhirnya dia meremas pantatku erat-erat dan memberitahuku akan segera keluar, perasaan yang kutahan-tahan itu pun kucurahkan juga. Kami orgasme bersamaan dan dia menumpahkannya di dalamku. Vaginaku serasa banjir oleh cairannya yang hangat dan kental itu, sperma yang tidak tertampung meleleh keluar di daerah selangakanganku.
Aku langsung terkulai lemas di lantai dengan tubuh bersimbah peluh, untung lantainya kering sehingga tidak begitu jorok untuk berbaring di sana. Vaginaku rasanya panas sekali setelah bergesekan selama itu, dengan 3 macam penis lagi. Lututku juga terasa pegal karena dari tadi bertumpu di lantai. Setelah merasa cukup tenaga, aku berusaha bangkit dibantu Dimas. Dengan langkah gontai aku menuju wastafel untuk membasuh wajahku, lalu kuambil sisir dari tasku untuk membetulkan rambutku yang sudah kusut. Aku memunguti pakaianku yang berserakan dan memakainya kembali. Kami bersiap meninggalkan tempat itu.
“Lain kali kalau melakukan hubungan badan hati-hati, kalau ketangkap kan harus bagi-bagi” begitu kata Pak Egy sebagai salam perpisahan disertai tepukan pada pantatku.
“Citra… Citra… sori dong, kamu marah ya !” kata Dimas yang mengikutiku dari belakang dalam perjalananku menuju tempat parkir.
Dengan cueknya aku terus berjalan dan menepis tangannya ketika menangkap lenganku, dia jadi tambah bingung dan memohon terus. Setelah membuka pintu mobil barulah aku membalikkan badanku dan memberi sebuah kecupan di pipinya seraya berkata
“Saya nggak marah kok, malah enjoy banget, lain kali kita coba yang lebih gila yah, see you, good night”
Dimas hanya bisa terbengong di tengah lapangan parkir itu menyaksikan mobilku yang makin menjauh darinya.

Vacum Pembesar Penis
Read More >>
Kekasih ku Tunangan Ku

Kekasih ku Tunangan Ku

12:35 PM No comments:

                            Kekasih ku Tunangan Ku

Kekasih ku Tunangan Ku
Cerita Dewasa Cerita Sex - Cerita ini berawal ketika  aku masih SMA kelas 3, aku punya temen yang sangat akrab. Dia bukan hanya cantik, tapi juga seksi dan mempunyai kulit yang putih, sehingga jika dilihat dia akan sangat menggairahkan.Aku berteman dengannya dari kecil, dan kedua orang tua kami selalu menyuruh kita untuk tetap bersama kapanpun dan dimana pun. Sehingga kamipun selalu bersama-sama kemanapun, hingga tidak jarang orang lain menganggap kita pacaran.Awalnya sih kita tidak pernah menanggapinya dengan serius, sampi pada saat aku berulang tahun yang ke-17 tahun. Memang pada awalnya kita pengin merayakan ulang tahunku ini berdua saja, tetapi tanpa pengetahuanku dan dia ternyata kedua orang tua kita menyiapkan sebuah pesta kecil dirumahku.

Akhirnya pesta tersebut dirayakan dengan sangat menyengangkan walaupun hanya ada keluargaku dan keluarganya.Dan pada akhir pesta secara mengejutkan dia berbicara pada orang tuaku dan orang tuanya bahwa dia sangat mencintai aku karena selama dia bersamaku dia merasa aman dantentram.
Akhirnya tanpa menjawab akhirnya saya menariknya keluar dan mengajaknya jalan- jalan.Walaupun sebenarnya aku mencintainya dari dulu, tetapi ada orang lain yang lebih aku sayangi, tetapi aku tetap bersyukur ternyata dia mencintai aku. Akhirnya kita merayakan malam ulang tahunku dengan berkeliling kota mengendarai motor. Hingga akhirnya kita menepi ditempat yang strategis buat orang pacaran dan kita bedua berpelukan erat sambil berciuman.Tak terasa setengah jam kita berciuman, untung enggak ada orang yang lihat. Karena sudah merasa tak kuat lagi akhirnya kita berdua sepakat untuk melanjutkannya dihotel saja. Satelah ijin orang tua akhirnya kita check-in disebuah hotel. Sampai dikamar kita langsung berpelukan dan berciuman mesra. Hingga akhirnya aku meremas kedua payudaranya dan dia merasa sangat ingin untuk ML denganku. Akhirnya aku buka semua pakaiannya dan menciumi dan minjilati semua payudaranya.Sementara saya bergerilya dia tak kalah agresif, dia mulai menurunkan celanaku dan mulai meremasnya.
Karena dia memaksa ingin merasakan penisku maka aku mengalah untuk memberinya kesempatan untuk bergerilya terlebih dahulu. Ternyata dia sangat agresif, semua penisku langsung dihisapnya tanpa ampun. Memang selama ini kita memeng sering nonton film bokep bersama tetapi kami tidak pernah melakukannya.Sekitar setengah jam dia mengulum penisku dan akhirnya aku tidak kuat lagi.”Say,aku dah mau keluar nih..” tanpa dihiraukan lagi dia malah tambah gresif mengulum dan mengkocok penisku hingga muncrat spermaku didalam mulutnya.” Aaaaaaahhhhhhhhhhh.. …….,enak sekali Say…”Lalu dia bangkit dan kamipun berciuman. Saya sangat kaget ternyata dia tidak menelan spermaku tetapi hanya menyimpannya dimulutnya. Kamipun berciuman sambil bertukar spermaku didalam mulut.Setelah kira-kira 5 menit akhirnya dia menelan semua spermaku. Lalu dia duduk di atas meja rias sambil membuka lebar selangkangannya. Karena saya baru pertama kali liat Vagina secara langsung maka langsung aku jilat dan aku hisap semua yang ada divaginanya sampai saya menemukan klitorisnya.”Trus say, ya tadi itu disitu enak banget, aaaaaaahhhhhhh…… .. uuuuuhhhhhhhhh..&quo t; matanya yang menutup menambah gairah bagiku untuk menjilati vaginanya. Kir-kira lima menit dia akhirnya menegang dan menjepit kepalaku, tenyata dia orgasme untuk yang pertama kalinya seumur hidupnya.”Simpan dimulut say, aku juga pengin rasain cairanku sendiri.”Akhirnya aku hisap semua sampai hahis. Ternyata cairannya sangat banyak. Samapi-sampai tidak muat dimulutku, dan kamipun berciuman sambil bertukar cairan vaginanya yang akhirnya dia telan semua. Kamipun bersiap untuk melakukan seks untuk yang pertamaya bagi kami. Lalu aku tutup matanya dengan saputanganku lalu aku angkat dia ke atas westafel dikamar mandi.Kamipun bermain seks untuk yang pertama kalinya dikamar mandi.
Pada awalnya saya suruh dia diatas agar dia terbiasa dan bisa menerima penis ku. Awalnya semua berjalan lancar, tetapi entah kenapatiba-tiba dia terpleset dan akhirnya semua penisku masuk semua kedalamvaginanya.Dia menjerit sangat keras karena kesakitan, tetapi saya sudah mengantisipasinya dengan cara menciuminya. Saking sakitnya dia sampai menangis, tetapi karena gairahnya sudah sampai puncak maka dia lanjutkan dengan menggoyangkan pinggulnya sehingga rasa sakitnya hilang dan bergantikenikmatan.Kira-kira lima belas menit kita bemain akhirnya kita berdua keluar bersama dan berpelukan erat. Lalu permainan kita lanjutkan dikasur dengan bantuan sebuah botol minuman. Awalnya saya ingin melakukannya melalui anusnya, tetapi karena dia kesakitan maka aku ganti dengan botol minuman dan berjalan sukses, dan akhirnya botol tersebut aku ganti dengan penisku.Kami melakukannya sampai siang dan kami langsung check- uot. Sebelum pulang kami jalan-jalan dulu untuk membali sepasang cincin untuk pertunangan kita. Sesampainya dirumah kami minta ijin kepada orang tua untuk bertunangan, untung orang tua kami setuju.Akhir-akhir ini kami baru tahu bahwa orang tua kami ternyata berencana menjodohkan kami, ternyata orang tua kami kalah cepat dibandingkan kita berdua.

Vacum Pembesar Penis
Read More >>
Kisah Sex Pertama ku

Kisah Sex Pertama ku

12:26 PM No comments:

                                Kisah Sex Pertama ku

Kisah Sex Pertama kuCerita Dewasa Cerita Sex - Aku seorang wanita walau belum pernah menikah tapi sempat berhubungan intim dengan seorang pria kekasihku beberapa tahun yang lalu. 
Hubungan kami terpaksa berhenti setahun yang lalu ketika orang tuanya yang kaya raya tidak menyetujui hubungan kami tersebut. Terakhir ku dengan mantan kekasihku itu telah menikah dan pindah kekota lain yang tidak ingin kuketahui persisnya dimana.
Saat ini umurku 28 tahun dan bekerja sebagai salah satu karyawan di perusahaan swasta asing sebagai salah satu staf public relation. Gaji yang kuterima cukup lumayan untuk tamatan sarjana publikasi, kemampuanku untuk berkomunikasi dengan baik dan ramah terhadap siapa saja membuat aku dipercaya untuk menghadapi persoalan-persoalan pelik, danmenerima tamu-tamu penting.
Suatu hari aku dipanggil oleh big bossku, dia mengeluh karena ada inSpektor dari kantor pusat di Australia yang datang dan nampaknya boss kewalahan menghadapi pertanyaan-pertanyaannya.Aku ditugasi untuk menemani tamu tersebut selama di Jakarta. Terus terang hatiku agak bergetar ketika pertama kali bertemu
dengan Steve. Terus terang dia mempunyai sex appeal yang luar biasa, matanya tajam, mukanya bersih dan bicaranya jernih ditambah pakaiannya yang selalu rapih dan bermerk, termasuk wewangian yang digunakan. Mula-mula aku nervous juga di buatnya, tetapi setelah lama-lama hubungan kami makin relaks.
Aku berusaha untuk menyembunyikan ketertarikanku padanya, tetapi dia nampak malah sengaja menggodaku. 
Mula-mula dia ajak Aku makan beberpa kali sampai aku rileks. Terus satu hari dia ajakain aku ke cafe, nemenin dia minum, aku habis dua gelas wine kali padahal aku nggak pernah minum. Aku rasanya nggak
mabuk tapi badan aku rada hangat dan rileks. trs dia ngajakin nonton, aku mau aja karena nggak terlalu malam. Karena yang nonton sepi, dia bebas rangkul-rangkul aku. Anehnya aku diem aja, rasanya nyaman dipelukin dia. Ngeliat aku diem aja dia makin berani, mukanya mulai di deketin ke aku tapi aku nolak
kalo dia mau cium bibir aku. Tapi tambah parah karena yang dia cium kuping dan leher aku lama-lama lagi. Padahal itu termasuk daerah sensitif. Kelihatannya dia tau aku mulai ser… seran… tangannya mulai turun ke dada aku dari bahu. Tangannya lihai banget meskipun dari luar putaran-putaran jarinya mampu
membuat aku sesak karena buah dadaku mengeras.Tangannya terus aku pegang, tapi yang satu ketahan yang lain aktif, dia berhasil buka kancing-kancing bajuku bagian atas, tangannya muter-muter diatas BHku yang tipis, malu juga rasanya kalau dia tahu pentilku keras banget. Bibirnya yang bermain dileherku, mulai turun ke bahu, dan…. wah gawat ternyata dia sudah menurunkan tali beha dan bajuku sampai ke pinggang,
bibirnya bermain dia atas behaku, dan sekali rengut buah dada kiriku terekspos pada bibirnya…….Begitu buah dada aku terekspos dia nggak langsung caplok tapi pentil aku yang keras disengol-sengol dulu sama hidungnya.
Napasnya yang hangat aja sudah berhasil membuat putingku makin keras. Terus dia ciumin pelan pelan buah dadaku yang 34 C itu mula-mula bagian bawah terus melingkar sehingga hampir semua bagian buah dadaku dicium lembut olehnya. Belum puas menggoda aku lidahnya kemudian mulai menari-nari di atas buah dadaku. Aku tak tertahan mulai mendesah. Akhirnya apa yang akau khawatirkan terjadi lidahnya mulai menyapu sekitar puting dan akhirnya….. akh……. putingku tersapu lidahnya… perlahan
mula mula, makin lama makin sering dan akhirnya putingku dikulumnya. Ketika akau merasa nikmat dia melepaskannya…..dan kemudian mulai mengecup dari bagian tepi lagi… perlahan mendaki ke atas dan kembali ditangkapnya putingku. Kali ini
putingku digigit perlahan sementara lidahnya berputar putar menyapu puting itu. Sensasi yang di timbulkan luar biasa, semua keinginanku yang kupendam selama ini serasa terpancing keluar dan berontak untuk segera dipuasi.
Melihat aku mendesah di tambah berani. Selain menggigit-gigit kecil putingku sembari lidahnya menyapu-nyapu, tangannya mulai bermain di lututku. Terus terang aja selama menjanda aku belum pernah ML lagi. Perasaan yang kupendam selama ini kelihatannya mulai bergolak. Itu membuatku membiarkan tangannya
menggerayangi lutut dan pahaku. Dia tahu tubuhku merinding menahan nikmat, karena kulitku mulai seperti strawbery titik-titik. Dengan lihai tangannya mulai mendaki dan kini berada diselangkanganku. Dengan lembut dia mengusap-usap pangkal pahaku dipinggiran CD ku. Hal ini menimbulkan sensasi dan nikmat yang luar biasa. Aku tak dapat duduk tenang lagi, sebentar bentar menggelinjang. Aku sudah tak dapat lagi
menyembunyikan kenikmatan yang kualami. Hal ini dia ketahui dengan lembabnya CD ku. Jarinya yang besar itu akhirnya tak mampu kutahan ketika dia memaksa menyelinap dibalik CD ku dan langsung menemukan clitku. dengan gemulai di amemainkan jarinya sehingga aku terpaksa menutup bibirku agar lenguhan yang keluar tak terdengar oleh penonton lain. Jarinya lembut menyentuh clitku dan gerakannya memutar membuat tubuhkupun serasa berputar-putar. Akhirnya pertahananku jebol, cairan kental mulai mengalir keluar di vaginaku. dan dia tahu persis sehingga dia mengintensifkan serangannya. Akhirnya puncak itu datang, kepeluk kepalanya dengan erat dan kuhujamkan bibirku ke bibirnya dan tubuhku bergetar. Dia dengan sabar tetap mengelus clitku membuatku bergetar-getar seolah tak berhenti.Lubang vagina ku yang basah dimanfaatkan denga baik olehnya. Sementara jari …jempolnya tetap memainkan clitku, jari
tengahnya mengorek-ngorek lubangku mensimulasi apa yang dapat dilakukan laki-laki terhadap wanita. Aku menggap-menggap dibuatnya. Entah berapa lama dia membuatku seperti itu dan sudah beberapa kali aku mengalami orgasme, tapi tidak ada tanda-tanda bagaimana dia akan mengakhiri permainan ini. Akhirnya aku yang memulai… gila… entah apa yang mendorongku, tanganku tau tahu meraba-raba selangkangannya….. disana jemariku menemukan gundukan yang mulai mengeras. Begitu tersapu oleh belaianku, gundukan itu berubah menjadi batang hangat yang mengeras. Entah mengapa aku jadi senang menggodanya, jariku terus membelai turun naik sepanjang batang tersebut yang menurutku agar luar biasa ukurannya. Secara perlahan batang tersebut bertambah panjang dan besar menimbulkan getaran-getaran yang membuatku kembali mencapai orgasme.
Ketika orgasme tanganku secara tak sengaja meremas-remas bola-bolanya sehingga dia pun terangsang. Sambil mengecup daun telingaku Steve berbisik… shall we… go… Aku tak tau harus bagaimana dan menurutinya saja ketika dia menarik tanganku bangkit dari tempat duduk dan berjalan mengikutinya
keluar bioskop melewati mall dan akirnya sampai di lobi sebuah hotel yang menyatu dengan bioskop dan mall tersebut. Langkahku agak tersendat ketika melewati lobi, tetapi jari tanganku
tergengam erat padanya dan dia dengan sangat pasti menggiringku kerah lift yang mengantarkan kami ke kamar yang ternyata telah dipersiapkan sebelumnya olehnya. Di dalam lift Steve sempat mencium bibirku dengan lembut seperti mencium kekasihnya ini membuat tubuhku bertambah lunglai. Aku tertegun
berdiri di depan kamar yang telah dibuka pintunya oleh Steve, dan dia dengan sopan mempersilahkan aku masuk. Beberapa saat aku berdiam di depan pintu bimbang. Melihat kebimbanganku Steve tidak memberi kesempatan dianggkatnya tubuhku dengan kedua tangannya yang kekar dan dibopongnya kau masuk. Dengan cekatan dia menutup dan mengunci pintu. Aku sempat berontak tetapi kembali bibirnya melumat bibirku cukup lama dan dalam sehingga kenikmatan tak tuntas di bioskop tadi kembali muncul.
Sambil membopong aku Steve terus melumat bibirku dan perlahan namun pasti dia berjalan ke rah tempat tidur ukuran king size yang ada dalam ruang suite tersebut. Aku agak gelisah melihat situasi ini. Steve menyadari hal itu dan tanpa melepaskan ciumannya dia menurunkan tubuhku dengan perlahan tepat
dipinggir ranjang. Kami berhadapan berpandangan sejenak, dia tersenyum dan kembali bibirnya mengecup ngecup bibir bawah dan atasku bergantian dan berusaha membangkitkan gairahku kembali.
Aku berdesah kecil ketika tangannya memeluk pinggangku dan menarik tubuhku merapat ketubuhnya. Bibirnya perlahan mengecup bibirku, lidahnya merambat diantara dua bibirku yang tanpa sadar merekah menyambutnya. Lidah itu begitu lihai bermain diantara kedua bibirku mengorek-ngorek lidahku untuk keluar.
Sapuan lidahnya menimbulkan sensasi-sensasi nikmat yang belum pernah kurasakan, sehingga perlahan lidahku dengan malu-malu mengikuti gerakan lidahnya mencari dan mengikuti kemana lidahnya pergi. Dan ketika lidahku menjulur memasuki mulutnya dengan sigap dia mengulumnya dengan lembut, dan menjepit
lidahku diantara lidah dan langit-langit. Tubuhku menggeliat menahan nikmat yang timbul. Aku merasa melayang tak berpijak, pengaruh minuman juga menambah aku kehilangan kontrol. Pada saat itulah aku merasa Steve membuka kancing-kancing gaun malamku yang terletak dipunggung. Tubuhku sedikit menggigil
ketika, angin dingin dari mesin AC menerpa tubuhku yang perlahan-lahan terbuka ketika Steve berhasil melorotkan gaun malamku kelantai. Aku membuka mataku perlahan-lahan dan kulihat Steve sedang menatap tubuhku dengan tajam. Dia nampak tertegun melihat tubuh mulusku yang hanya terbungkus pakaian dalam yang ketat. Sorotoan matanya yang tajam menyapu bagian-bagian tubuhku secara perlahan. Pandangannya agak lama berhenti pada bagian dadaku yang membusung. BH ku yang berukuran 34 D memang hampir tak sanggup menampung bongkahan dadaku, sehingga menampilkan pemandangan yang mengundang
syahwat lelaki. Tatapan matanya cukup membuat tubuhku hangat, dan dalam hati kecilku ada perasaan senang dan bangga dipandangi lelaki dengan tatapan penuh kekaguman. Aku terseret maju ketika lengan Steve kembali merangkul pinggangku yang ramping dan menariknya merapat ketubuhnya. Tanganku terkulai
lemas ketika sambil memelukku Steve mengecup bagian-bagian leherku sambil tak henti-hentinya membisikan pujian-pujian akan kecantikan bagian-bagian tubuhku. Akhirnya kecupannya sampai di daerah telingaku dan lidahnya secara lembut menyapu bagian belakang telingaku. Aku menggelinjang, tubuhku bergetar sedikit dan rintihan kecil lepas dari kedua bibirku. Steve telah menyerang salah satu
daerah sensitifku, dan dia tau itu sehingga hal itu dilakukannya berkali-kali. Dengan sangat mempesona Steve
berbisik bahwa dia ingin menghabiskan malam ini dengan bercinta denganku, dan di amemohon agar aku tak menolaknya, kemudia bibirnya kembali menyapu bagian belakang telingaku hingga pangkal leherku. Aku tak sanggup menjawab, tubuhku Terasa ringan, tanpa sadar tanganku kulingkarkan di lehernya.Rupanya bahasa tubuhku telah cukup dimengerti oleh Steve sehingga dia menjadi lebih berani. Tangannya kini telah membuka kaitan BH ku, dan dalam sekejap BH itu sudah tergeletak di lantai.
Tubuhku terasa melayang, ternyata Steve telah mengangkat tubuhku, dibopongnya ke tempat tidur dan dibaringkan secara perlahan. Kemudian Steve menjauhi ku dan dengan perlahan mulai melepaskan pakaiannya secara perlahan. Anehnya aku menikmati pemandangan buka pakaian ini. Tubuh Steve yang kekar dan sedikit berotot tanpa lemak ini menimbulkan gairah tersendiri. Dengan hanya mengenakan celana dalam kemudian Steve duduk di ujung ranjang. Aku berusaha menduga-duga apa yang akan dilakukannya. Kemudian dia membungkuk dan mulai menciumi ujung-ujung jari kakiku. Aku menjerit kegelian dan berusaha mencegah, namun Steve memohon agar dia dapat melakukannya dengan bebas. Karena penasaran dengan sensasi yang ditimbulkan. akhirnya aku biarkan dia menciumi, menjilat dan mengulum jari-jari kakiku. Aku merasa, geli, tersanjung dan sekaligus terpancing untuk terus melanjutkan kenikmatan ini. Bibirnya kini tengah sibuk di betisku yang menurutnya sangat indah itu. Mataku terbelalak ketika kurasakan perlahan tapi
pastibibirnya makin bergerak keatas menyusuri paha bagian dalam ku. Rasa geli dannikmat yang ditimbulkan membuat aku lupa diri dan tanpa sadar secara perlahan pahaku terbuka. Steve dengan mudah memposisikan tubuhnya diantara kedua pahaku. Pertahananku benar-benar runtuh ketika Steve menyapu-nyapukan lidahnya dipangkal-pangkal pahaku. Aku berteriak tertahan ketika Steve mendaratkan bibirnya diatas
gundukan vaginaku yang masih terbungkus celana dalam.Tanpa memperdulikan adanya celana dalam Steve terus melumat gundungkan tersebut dengan bibirnya seperti dia sedang menciumkum. Aku berkali-kali menjerit nikmat, dan persaan yang telah lama hilang kini muncul kembali getaran-getaran orgasme mulai bergulung-gulung, tanganku meremas-remas apa saja yang ditemuinya, sprei, bantal dan bahkan rambut Steve, tubuhku tak bisa diam bergetar, menggeliat, dan gelisah, mulutku mendesis tak sengaja, pinggulku meliuk-liuk erotis secara reflek dan beberapa kali terangkat mengikuti gerakan kepala Steve. Untuk
kesekian kalinya pinggulku terangkat cukup tinggi dan pada saat itu Steve tidak menyianyiakan kesempatan untuk menarik celana dalamku lepas. Aku agak tersentak, tetapi puncak orgasme yang semakin dekat membuat aku tak sempat berpikir atau bertindak apapun. Bukit vaginaku yang sudah lama tak tersentuh lelaki terpampang di depan mata Steve. Dengan perlahan lidah Steve menyentuh belahannya, aku menjerit tak tertahan dan ketika lidah itu bergerak turun naik di belahan vagina ku, puncak orgasme tak tertahankan. Tanganku memegang dan meremas ramput Steve, tubuhku bergerta-getar dan melonjak-lonjak. Steve tetap bertahan pada posisinya, sehingga lidahnya tetap bisa menggelitik klitorisku, ketika puncak itu datang. Aku merasa-dinding-dinding vaginaku mulai lembab, dan kontraksi-kontraksi khas pada lorong mulai terasa. Itulah salah satu kelebihanku lorong vaginaku secara refleks akan membuat gerakan-gerakan kontraksi, yang bisa membuat lelaki tak bisa bertahan lama. Steve nampaknya dapat melihat kontraksi-kontraksi itu, sehingga membuat bertambah nafsu.
Kini lidah nya semakin ganas dan liar menyapu habis daerah selangkanganku, bibirnya ikut mengecup dan bahkan bagian cairanku yang mulai mengalir disedot habis olehnya. Nafasnya mulai memburu. Aku tak lagi bisa menghitung berapa kali aku mencapai puncak orgasme. Steve kemudian bangkit, dengan posisi setengah duduk dia melepaskan celana dalamnya, beberapa saat kemudian aku merasa batang hangat yang sangat besar mulai menyentuh, nyentuh selangkanganku yang basah. Steve membuka kakiku lebih lebar, dan mengarahkan kepala kemaluannya ke bibir vaginaku.
Meskipun tidak terlihat olehku, aku bisa merasakan betapa keras dan besarnya milik Steve itu. Dia mempermainkan kepala penisnya di bibir kemaluanku di gerakan keatas ke bawah dengan lembut, untuk membasahinya. Tubuhku seperti tak sabar menanti tindakan yang selanjutnya. Kemudian gerakan itu berhenti. Dan aku merasa sesuatu yang hangat mulai mencoba menerobos lubang kemaluanku yang sempit. Tetapi karena liang itu sudah cukup basah, kepala penis itu perlahan tapi pasti terbenam, makin lama-smakin dalam. Aku merintih panjang ketika Steve membenamkan seluruh batang kemaluannya. Aku merasa sesak,
tetapi sekaligus nikmat luar biasa, seakan seluruh daerah sensistif dalam liang itu tersentuh. Batang kemaluan yang keras dan padat itu disambut oleh kehangatan dinding vaginaku yang telah lama tidak tersentuh. Cairan-cairan pelumas mengalir dari dinding-dindingnya dan gerakan kontraksi mulai berdenyut, membuat Steve membiarkan kemaluannya terbenam agak lama merasakan kenikmatan denyutan vaginaku. Kemudian Steve
mulai menariknya keluar perlahan-lahan dan mendorongnya lagi, makin lama smakin cepat. Sodokan-sodokan yang demikian kuat dan buas membuat gelombang orgasme kembali membumbung, dinding vaginaku kembali berdenyut, kombinasi gerakan ini dengan gerakan maju mundur membuat batang kemaluan Steve seolah-olah diurut, kenikmatan tak bisa disembunyikan oleh Steve, gerakannya semakin liar, mukanya menegang, dan keringat menetes dari dahinya. Melihat hal ini, timbul keinginanku untuk membuatnya mencapai nikmat. Pinggulku kuangkat sedikit dan kemudian membuat gerakan memutar manakala Steve melakukan gerak menusuk. Steve nampaknya belum terbiasa dengan gerakan dangdut ini, mimik mukanya bertambah lucu menahan nikmat, batang kemaluannya bertambah besar dan keras, ayunan pinggulnya bertambah cepat tetapi tetap lembut. Akhirnya pertahanannya bobol, kemaluannya menghujam keras
dalam vaginaku, tubuhnya ambruk menindihku, tubuhnya bergetar dan mengejang ketika spermanya mencemprot keluar dalam vaginaku berkali-kali. Akupun melenguh panjang ketika untuk kesekian kalinya puncak orgasmeku tercapai. Sesaat dia membiarkan batangnya di dalamku hingga nafasnya kembali teratur. Tubuhku sendiri lemas luar biasa, namun harus kuakui kenikmatan yang kuperoleh sangat luar biasa dan belum pernah kurasakan sebelumnya. Kami kemudian terlelap kecapean setelah mereguk nikmat.
——————————————————————————–
vimax

Read More >>

Monday, July 21, 2014

Ngentot Bareng Mama Bag 2

Ngentot Bareng Mama Bag 2

2:11 PM No comments:

                                               Ngentot Bareng Mama Bag 2

Ngentot-Mama
Cerita Dewasa Cerita Sex - Aku senang sekali mendengar perkataan mamaku. Aku kemudian mendekatinya dan berbicara hampir berbisik.
"Baiklah, tapi mama juga harus janji, mama mau mengajari aku yah, juga mau menuruti semua keinginanku dalam melakukan ngentot sama mama, kalau aku mau mama begini atau mama begitu seperti di video porno atau film bokep yang aku lihat, mama nggak boleh protes ya."
"Mama benar–benar tipe Wanita idamanku, tinggi, cantik, berPayudara besar, memiliki jembut memek yang lebat, tapi ada satu yang kurang, kuharap mama mau melakukannya, karena aku senang dan suka sekali."
"Apa itu Jhoni sayang ?"

"Jhoni mau mama mulai memelihara bulu ketek, jangan mama kerok atau cabuti, tidak perlu lebat ma, karena Jhoni suka sekali dengan bulu ketek, bagi Jhoni itu sangat merangsang dan menggairahkan. Kalau dirawat kan tidak bau, apalagi mama yang rajin merawat tubuh. Pokoknya mama harus menuruti permintaan ini ya."
"Tentu sayang, pasti mama turuti, mulai sekarang mama akan membiarkan bulu ketek mama tumbuh demi kamu. Senang dan bahagia sekali mama, karena tubuh mama ternyata sesuai dengan keinginan kamu. Rasanya mama kembali muda."
Lalu kami kembali berpelukan, malam itu aku kembali menggarap Memek mamaku 2 kali lagi.
***
Mama berbaring di sampingku, telanjang, tertidur pulas. Aku masih belum tertidur. Masih berpikir atas apa yang baru kualami, sedikit tidak percaya akan semuanya. Tapi sudahlah, semua yang kuinginkan sudah kudapat, mamaku puas, aku puas. Bagiku apa yang kami lakukan adalah jalan kami bersama, kami yang merasakan, tidak ada penyesalan, tidak ada orang lain yang dirugikan. Rasanya bahagia sekali.....
Tanpa terasa sudah hampir 2 bulan, aku menjalani babak baru kehidupan dengan mamaku. Aku juga sudah semakin pandai saja dalam urusan Seks. Mama benar–benar membimbing aku untuk memahami tekhnik dan juga cara memuaskan seorang Wanita dalam hal berhubungan badan. Semua yang selama ini hanya bisa kufantasikan dan kusaksikan lewat film saja, kini dapat kupraktekkan secara langsung. Mama selalu ada dan menjadi pembimbingku yang seksi dan menggairahkan, selain itu memang mama seperti mendapatkan diriku sebagai oase baginya guna menyegarkan semua dahaga seksnya yang lama terpendam.
Namun sedikit banyak aku berpikir betapa tololnya papaku meninggalkan Wanita sehebat dan seseksi mama, tadinya aku berpikir mungkin karena mama adalah tipe yang kolot dan konvensional, tapi ternyata tidak. Aku sendiri juga kaget karena untuk urusan seks, mamaku ternyata hebat dan RUAR biasa, selalu berusaha memenuhi dan memuaskan keinginan pasangannya. Buktinya semua keinginanku selalu diturutinya. Mama bercerita dulupun dia selalu berusaha memenuhi keinginan papaku, menonton Film Bokep punya papa untuk mempelajari posisi bercinta dan hal yang bisa menyenangkan pasangannya. Ah...persetan dengan ketololan papaku, sekarang ada aku yang bisa membahagiakan mama.
Hidup yang sekarang kujalani sangatlah indah. Kecuali saat kak Lisa pulang saja, aku harus menahan diri. Untuk tidur di kamar mama sih nggak masalah, karena kak Lisa tahu, dari dulu aku suka kadang–kadang suka tidur di kamar mama, tapi sekarang dia tidak tahu, kami bukan hanya sekedar tidur. Kalau tidak ada kak Lisa, aku dan mama benar – benar memuaskan hasrat ngentot kami sepuasnya. Kapanpun aku mau, aku tinggal lakukan. Saat mama di dapur, di kolam renang, di meja makan, saat aku mau, tinggal kusodok saja Memek mamaku, dan mama juga tidak pernah menolak.
Bahkan kalau saat sedang mengantar mama pergi dan aku mau, mama akan membuka resleting celanaku dan meng-Oral aku, sementara aku tetap menyetir. Kadang kalau malam minggu atau hari libur, aku dan mama berjalan–jalan ke mall, makan di luar, nonton bioskop, kayak anak muda yang berpacaran saja.
Yang pasti aku tidak perlu takut mama akan hamil, walau usia mama saat aku mulai menyetubuhinya memasuki usia 32 tahun dan masih memungkinkan hamil, namun aku tak perlu khawatir. Mama bilang saat bercerai dulu mama sudah memasang spiral KB, sewaktu mama berhubungan denganku pertama kalinya, besoknya mama kembali memeriksakan spiralnya dan memasang ulang untuk memastikan keamanannya. 
Mama bilang dia sebenarnya tidak keberatan kalaupun nantinya bisa hamil, namun dia bilang daripada jadi omongan orang, belum lagi karena mama bekerja, maka sebaiknya pasang alat pengaman saja. Selain itu kata mama dia mau aku menikmati saat berhubungan, kan nggak adil kalau mama bisa enak orgasme, sementara aku harus mencabut Kontol ku saat aku mau klimaks Cuma untuk mengeluarkan spermaku karena takut mama hamil, mama mau aku juga nikmat dan mengeluarkan spermaku di dalam lubang Memeknya. Lagipula mama juga lebih enak kalau aku keluar di dalam, katanya rasanya nikmat saat spermaku menyemprot dinding Memeknya. Duh senang dan terharunya aku, mamaku begitu memperhatikan hal itu, mau aku mengalami kenikmatan seutuhnya.
Bagiku mama bukanlah Wanita murahan atau gampangan, mama rela dan memberikan semuanya kepadaku karena mama merasa nyaman dan aman. Aku menyadari mama sangat peduli dan selalu berusaha memuaskan pasangannya, dalam hal ini aku, bila mama mengalami kenikmatan, maka mama juga mau hal yang sama untuk aku. Kita tidak bisa menilai Wanita hanya dari luarnya saja, terkadang Wanita contohnya mamaku yang kalau sehari – hari terlihat sopan dan santun, namun saat di atas ranjang, mempunyai sisi lain yang bisa membuat kita tercengang dan puas.
Mamaku benar – benar berkelas. Tidak merasa sungkan atau canggung membicarakan atau memenuhi keinginanku, karena seks yang nikmat adalah bila pasangan yang melakukannya sama – sama mengerti dan tahu keinginan masing – masing dan mau terbuka mengatakan hal yang kurang atau membuat sakit pasangannya, atau pura – pura suka padahal tidak pada gaya ini atau gaya itu. Seks yang kami lakukan selalu terasa panas dan nikmat karena kami selalu berusaha memberi dan menerima dengan sepenuh hati.
Mama sendiri mengatakan bahwa untuk urusan seks, aku memiliki stamina dan daya tahan yang kuat, bahkan mama suka kewalahan, tapi mama senang karena selalu mengalami kepuasan berkali – kali setiap melakukan hubungan seks. Mama merasa gairahnya yang sempat padam kini menyala kembali dan bisa disalurkan. Apalagi kalau sedang berhubungan dan aku sudah keluar, Kontol ku juga cepat lagi bangunnya, mungkin karena aku masih muda. Kalau hanya ada kami saja di rumah, mama selalu memakai baju tidurnya yang seksi, kadang hanya mengenakan kutang dan Celana Dalam, tapi seringkali aku meminta mama untuk telanjang saja.
Biasanya kalau ada teman yang mau datang aku bilang dulu ke mama atau menelepon dahulu, biar mama memakai busana yang sopan, kan nggak lucu kalau temanku datang mendapatkan mama yang memakai baju seksi. Mama selalu menuruti keinginan dan fantasi yang aku miliki, terkadang aku membawa laptopku dan menonton film BF yang aku download dari internet untuk memberitahu bahwa aku ingin gaya seperti inI atau begitu, juga tidak menolak saat aku mau merekam saat kami sedang berhubungan, alasanku karena aku mau menontonnya di lain waktu, mama tidak keberatan karena tahu aku nggak bakal memperlihatkan ke orang lain, hanya unuk konsumsi aku dan mama saja (Lagipula memangnya aku gila apa, memamerkan film kayak gini ke orang lain, bisa heboh dong).
Singkat kata, mama selalu berusaha menuruti semua hasrat dan fantasiku, karena mamapun menikmatinya. Mungkin ini yang disebut puber kedua pada diri mama. Suatu hari saat mama dan aku sedang libur, aku meminta mama untuk melakukan masturbasi dan juga main – main dengan Kontol Vibrator...
Aku duduk di sofa seberang, mengelus – ngelus dan memainkan Kontol ku , mataku tak lepas pada pemandangan panas di sofa di seberangku. Mamaku yang dalam keadaan bugil, posisinya rebahan, kedua kakinya membuka lebar, memperlihatkan Memeknya yang tebal, rambut kemaluan yang tebal menambah keindahannya. Tangannya menuju ke arah Memeknya, mengelus – ngelus permukaan Memeknya, memainkan jembut kemaluannya, lalu jarinya mulai membuka lebar Memek tersebut, tangan yang satu lagi segera memainkan itilnya, menggosok – gosok dan mengurut secara cepat itilnya. Mulutnya mendesah dan matanya merem melek, nampaknya menikmati sekali. Aku menyaksikannya dengan amat senang, Kontol ku berdenyut – denyut keras, tegang sekali.
Ooohhh...Ahhhh...
Ahhhh.......
Desahan mama semakin keras, pinggul mama bergoyang semakin cepat, jarinya makin cepat memainkan itilnya...Payudaranya yang besar nampak bergoyang dengan indahnya. Tak lama kemudian mama berhenti sebentar dan mengambil vibrator di sebelahnya, lalu memandangku, sambil memandangku mama mulai menjilat dan memainkan vibrator itu di mulutnya.
Ugh...benar–benar merangsang aku. Lalu vibrator itu dimainkan ke sekitar Payudaranya. Senang sekali aku melihatnya. Kini vibrator itu mulai diarahkan ke lubang Memeknya, Jleb...masuk ke dalam Memek mama. Mama mengocok–ngocok vibrator itu, sekali – kali memainkan pengatur getaran di ujungnya. Mendesah dan menggeliat – geliat, sementara tangannya secara cepat memainkan vibrator tersebut. Sekali–kali terdengar suara getaran dari vibrator tersebut.
Aku terus melihat adegan tersebut, mataku terpaku ke arah Memek mama yang indah, benar – benar merangsang, belum lagi desahan dan ekspresi wajah mama yang sangat menikmati. Akupun bangkit dan pindah ke samping mama. Sementara mama tetap melanjutkan bermain dengan vibrator.
Tanganku mulai meremas – remas Payudara mama. Sekali – kali kupilin putingnya. Lalu tanganku bergerak ke bawah, aku mulai membelai rambut kemaluan mama yang lebat itu, lalu tanganku mulai memainkan dan mengusap – ngusap itil mama dengan cepat. Sementara mama tetap mengocok vibrator itu dalam lubang Memeknya. Lama – lama gerakan pinggul mama semakin cepat, jemariku juga makin lincah memainkan itil mama. Diiringi desahan nikmat mama mengalami orgasme. Lemas...
"Oohhh...lemas sekali."
"Tapi enakkan mamaku sayang."
"Iya sih, kamu ini ada – ada saja mintanya ke mama."
"Habis aku mau melihat mama masturbasi dan main – main sama vibrator"
"Yah sudah kalau itu bisa buat kamu senang, tunggu sebentar mama ke kamar mandi dulu bersih – bersih, sebentar lagi gantian kamu yang bikin mama senang. Mama mau kamu nusuk pantat mama habis sini."
Mama lalu bangkit ke kamar mandi, sementara aku tetap menunggu. Tak lama kemudian mama kembali, sambil berjalan Payudaranya yang besar dan panjang bergoyang², di tangannya dia membawa sebotol baby oil. Baru saja mama menaruh baby oil itu ke meja, aku segera menarik mamaku, dan memangku mamaku.
"Huuhh...sabar dong yank."
"Habis mama benar – benar bikin jhoni terangsang, Kontol Jhoni sudah nggak tahan nih..."
"Iya...iya...makanya sekarang gantian, kamu yang bikin mama senang."
Akupun mulai mencium mamaku, bibirku dan bibir mama saling memagut dengan liar. Tangankupun tak ketinggalan, kuremas toket mama, sungguh nyaman dan kenyal. Lalu tanganku yang satu lagipun mulai bergerak ke arah selangkangan mama, kulebarkan sedikit kaki mama dengan tanganku, lalu aku mulai memainkan Memek mamaku, sementara kami tetap terus berciuman. Jari tengahku mulai kumasukkan ke lubang Memek mama, kukocok dengan cepat, tanganku yang satu lagi mengangkat tangan mama, bibirkupun segera menuju ke arah toket mama, nampak bulu ketek mama, sungguh amat menggairahkan, segera kuciumi dan kujilati.
Puas dengan itu, kumiringkan sedikit badan mama di pangkuanku, mulutkupun segera menuju ke arah Payudara mama, dengan rakusnya kuciumi Payudara mama bergantian kiri dan kanan, putingnya kujilati, kukulum. Mama nampaknya sangat suka saat aku memainkan Payudaranya, badannya menggeliat keenakkan. Jari tengahku pun semakin cepat mengocok lubang Memek mama. Puas dengan permainan itil mama, aku segera mendudukkan mama di sofa.
Kedua kakinya segera kukangkangkan selebar mungkin, nampaklah Memek yang sudah memerah karena kumainkan tadi, segera kuarahkan mulutku ke sana, tercium sedikit bau yang enak di hidungku. Mula – mula kujilati dan kuciumi rambut kemaluan mama, lalu lidahkupun segera menyapu dan memainkan seluruh permukaan Memek mama, kusodok–sodok lubangnya dengan ujung lidahku. Dan akhirnya lidahkupun segera bermain–main dengan itil mama. Mama nampak sangat menikmati permainan lidahku pada itilnya. Mendesah–desah dan tangannya meremas–remas rambutku.
"Yank, kamu jilatin Memek mama sambil tiduran ya, biar mama bisa hisap KoNtoL kamu..."
Tentu saja aku tidak menolak tawaran tersebut, segera saja aku menuruti perintahnya. Kini aku sudah berbaring dan mama berada di atasku, menungging dengan posisi membalik, pantatnya menghadap ke mukaku. Segera saja aku jilati Memek dan pantat mama, mamapu tak mau ketinggalan, sebelah tangannya mulai mengocok – ngocok Kontol ku , lalu mama mulai mendekatkan mulutnya ke arah Kontol ku , lidahnya mulai bermain – main dengan kepala Kontol ku, menjilati dengan rakusnya, lalu mulutnya mulai mengulum dan menghisap Kontol ku, sambil tangannya tetap membelai–belai biji pelerku.
..Oohh nikmat sekali rasanya. Sementara itu lidahku terus memainkan itil mama, tangankupun juga ikut beraksi, jariku bergantian menusuk–nusuk lubang Memek dan pantat mama. Rupanya mama tidak tahan juga dengan kenikmatan yang kuberikan, pantatnya bergoyang – goyang dengan liar, tak lama kemudian tubuhnya mengejang, dan terasa Memeknya menyemburkan cairan hangat, mama orgasme kembali.
Hisapan mama di Kontol ku pun semakin panas, aku benar–benar keenakan dengan service mama ini. Puas dengan itu, akupun segera menarik mama, dan merebahkannya di sofa, aku berdiri di atas mama, segera kuarahkan Kontol ku  ke Payudara mama, kuletakkan ke tengah Payudara mama, mama paham apa mauku, segera saja tangan mama mengapit kedua Payudaranya yang besar itu,
Kontol ku pun kini terjepit dengan kuat di antara belahan Payudara mama yang besar, segera saja kugerakkan pantatku maju mundur, saat kepala Kontol ku maju ke depan, lidah mama tak ketinggalan menjilatinya. Gila...nikmat sekali rasanya Kontol ku dalam jepitan Payudara mama yang besar dan kencang ini. Tak lama kemudian akupun sudah nggak tahan untuk segera memasukkan Kontol ku ke lubang Memek mama.
"Mama sayang, Kontol ku sudah nggak tahan lagi nih pingin masuk ke sarangnya..."
"He..he...Memek mama juga sudah gatal minta disodok KoNtoL kamu Jhon...!"
"Oke..tapi mama aku pangku ya..."
Segera aku duduk, mama pun segera bangkit, dan menuju pangkuanku, kakinya dibuka lebar–lebar, perlahan sambil duduk diarahkannya lubang Memeknya ke arah Kontol ku yang sudah berdiri tegang itu...SLEBBBSSS...ah nikmatnya. Mamapun segera menggoyangkan pantatnya, naik turun, tangankupun mulai meremas – remas dan memainkan Payudara mama.
Kuciumi dan kujilati leher dan bibir mama, Mama mengelinjang kegelian. Gerakan mama semakin cepat, memompa Kontol ku dengan kuat, tangankupun tak ketinggalan menggosok – gosok dan memainkan bagian atas Memeknya, Mama menyandarkan kepalanya ke arahku, tangannya terangkat ke atas, terlihat bulu keteknya yang lumayan lebat, kujilati dan kuciumi dengan rakus sekali. Desahan nafas kami makin cepat dan bunyi Kontol ku yang sedang menggarap Memek mama terdengar jelas...Plookk...Plookk...semakin menambah nafsu kami.
"Arghh....ee..naakk..Jhon"
"Oohhh....terus Jhon, remas Payudara mama... Mama saaaayanngggg kamu...ahhhh"
Tidak berapa lama tubuh mama mengejang, nampaknya mama mengalami orgasme lagi, akupun juga merasakan Kontol ku pun sudh berdenyut semakin kuat, segera saja aku ikut menggoyangkan pantatku engan cepat, mata mama kulihat merem melek keenakkan. Croot...Croottt...cairan sperma menyembur dengan kuat di lubang ITIL MEMEK mama, kuremas Payudara mamaku dengan kuat...Aahhh sungguh nikmat yang tiada duanya. Aku dan mama terdiam sesaat, bibir kami berciuman dengan mesra....
"Enak sayang...?"
"Enak banget ma...mama juga senangkan..?"
"He’eh...istirahat sebentar ya....mama masih mau lagi, tapi kali ini masukkin pantat mama ya."
Mama lalu bangkit dari pangkuanku, mencabut Kontol ku dari Memeknya, nampak spermaku mengalir di pahanya, mama berjalan ke arah dalam. Terdengar suara air di kamar mandi. Tak berapa lama mama kembali membawa handuk dan air minum.
Mama memberikan minum kepadaku, lalu mama membersihkan Kontol ku dengan mulut nya, saat itu Kontol ku dalam kondisi setengah ngaceng. Akupun segera berbaring dengan santai. Setelah menyapu Kontol ku mamapun mulai memainkannya, mengelus – ngelus kepala Kontol ku dengan jarinya, membelai biji pelerku, diperlakukan seperti itu, tanpa butuh waktu lama Kontol ku pun bangkit kembali, mamapun mulai memainkan lidah dan mulutnya pada Kontol ku .
Untuk urusan oral seks mama sangat hebat, mama tahu titik sensitif pada kepala dan batang Kontol ku , lidahnya akan menjilati dan memainkan wilayah – wilayah sensitif tersebut dengan lembut. Kalau sudah begitu aku hanya bisa merem melek menahan kenikmatan. Jilatan dan hiapan mama semakin cepat kurasakan pada Kontol ku , aku memutuskan untuk diam dulu, menikmati saja, sambil mengumpulkan kembali tenaga. Setelah kurasa cukup nyaman, kutarik mama, mulut mama masih tetap bermain dengan Kontol ku , namun kini pantatnya kembali menghadap mukaku, kali ini yang menjadi sasaran permainan lidahku adalah daerah lubang pantat mama, aku tidak jijik, karena aku tahu, mama sangat telaten merawat dirinya dan juga mama pasti sudah membersihkan daerah tersebut, terlebih bila mama bilang mau melakukan hubungan seks lewat pantat.
Kujilati dengan liar daerah tersebut, nampak rambut kemaluan yang halus di sekitarnya, lubang pantat mama kutusuk – tusuk dengan ujung lidahku, perlahan lubang itu mulai membesar, tanganku segera mengambil baby oil yang tersedia, kutuangkan ke wilayah lubang pantat mama, lalu jarikupun pelan – pelan mulai kutusukkan ke lubang pantat mama. Bergantian sambil sesekali kujilati dengan lidahku.
Mama menggoyang – goyangkan pantatnya pertanda menikmati, sebagai balasan serviceku yng enak, makin panas saja permainan mulut mama di Kontol ku, kami berdua benar – benar saling berusaha memuaskan dan memberikan kenikmatan. Tidak berapa lama, mama mengatakan sudah nggak tahan lagi mau dimasukkin. Akupun segera saja kembali meneteskan baby oil agak banyak ke daerah lubang pantat mama.
Mamapun segera memposisikan dirinya setengah nungging, kedua tangannya memegang sofa, akupun segera berdiri, Kontol ku siap menyodok pantat mamaku...perlahan aku maju, mula – mula tanganku mulai memegang kedua paha mama, lalu jariku mulai melebarkan lubang pantat mama, kuarahkan Kontol ku secara perlahan, agak sulit sedikit, karena tidak selebar lubang Memek, perlahan tapi pasti kepala Kontol ku mulai menemui arah yang benar.
..Jleb...mama mulai mendesah, agak meringis, akupun mulai menekankan pantatku ke depan, kini batang Kontol ku pun mulai masuk, mama mulai mendesah, akhirnya Kontol ku pun amblas seluruhnya, segera saja aku mulai memompanya, dengan gerakan maju mundur yang berirama, sementara tanganku bergantian meremas – remas Payudara mama, kurasakan Kontol ku berdenyut nikmat, lubang pantat mama memang tidak seperti lubang Memeknya, Kontol ku terasa dijepit kuat, karena lubang yang sempit, setiap kali Kontol ku maju mundur terasa seperti diremas dan dipijat dengan kuat.
..ah akupun mulai mempercepat goyanganku....Mama juga menimpali dengan ikut menggoyangkan pantatnya yang besar dan seksi itu, kenikmatan yang kami rasakan sungguh luar biasa. Setelah berapa lama, sambil tetap dengan posisi Kontol ku di dalam lubang pantat, tanpa mencabutnya, aku mulai menarik mama, lalu memutar posisinya, aku segera memeluk mama dari belakang dan perlahan duduk sambil menarik mama ke pangkuanku, kini mama mulai bergerak memainkan pantatnya, Kontol ku terasa nikmat sekali, tanganku mulai meremas – remas Payudara mama.
"Ma...te..teruuussss..."
"Goyangan mama eennaaakkk...aahhh"
"Maaa...ganti duluuu ya...Jhoni mau masukin Memek maaamaaa...."
Mamapun segera mencabut Kontol ku dari lubang pantatnya, dan segera membimbing Kontol ku ke lubang Memeknya yang sudah basah itu. Mama kembali menggoyangkan pinggulnya, akupun juga mulai menaik turunkan pantatku. Plook...plookk....plook....semakin nyaring terdengar suara Kontol ku yang sedang memompa dalam Memek mama yang sudah basah tersebut. Mamaku benar – benar Wanita yang hebat dalam urusan seks, aku benar – benar puas setiap melakukan hubungan seks dengannya.
Kembali mama mencium bibirku, sementara aku membelai bulu keteknya, sambil terus memompa Memek mama, lalu mamapun perlahan menaikkan pantatnya, mencabut Kontol ku dari Memeknya, dan dengan cepat memegang batang Kontol ku dan mengarahkannya ke lubang pantatnya...ho..ho...nampaknya belum puas lubang pantatnya disodok...akupun segera memainkan Kontol ku dengan ganas, sambil tetap berciuman, mulut mama mulai mendesah dengan cepat, pantatnya ikut bergoyang mengimbangi setiap sodokan Kontol ku.
Tangan mamapun meraih tanganku, mengarahkannya agar aku memainkan puting susunya, sementara tangan mama yang satu lagi mulai memainkan itilnya. Benar – benar sudah panas mama kali ini. Aku benar – benar menikmati sensasi ini. Kurasakan Kontol ku makin mengeras di dalam lubang pantat mama. Akhirnya aku merasa bahwa aku sudah mau keluar...kupercepat gerakanku...dan...creeet....creeet...spermaku menyiram lubang pantat mama. Aku dan mamapun terkulai lemas. Setelah terdiam beberapa saat, mama segera mencabut Kontol ku dari lubang pantatnya, dan menjilati sisa sperma yang tersisa.
"Makasih ya Jhon, sudah bikin mama puas."
"Jhoni juga sama ma"
"Kamu makin pintar saja deh yank."
"Kan mama yang ngajarin, lagian mama memang cantik dan seksi sih, jadi Jhoni maunya tiap hari masukkin terus, Memek mama enak banget..."
"Ah..merayu terus kamu Jhon."
"Sudah sekarang kita istirahat dulu Jhon, yuk kita tidur di kamar, nanti malam mama masak yang istimewa buat kamu."
Mamapun bangun dan menuntunku ke kamarnya, lalu kami segera merebahkan diri di tempat tidur, aku cium mamaku, dan mama balas menciumku dengan mesra pula, lalu kami kembali berpelukkan dan tertidur dengan bahagia.
Cukup lama juga aku tertidur, mungkin karena kecapekan, saat aku bangun kulihat mama sudah tidak ada di sampingku, aku pun bangun dan segera menuju kamar mandi mama untuk berih-bersih dan menyegarkan diri.
Setelah segar, aku mencari celana pendekku dan memakainya. Aku berjalan keluar dari kamar mamaku. Kucari mamaku, terdengar suara musik dari TV, rupanya mamasedang senam. Aku segera menuju ruang santai. Kulihat mama sedang melakukan senam, Ugh..mama hanya mengenakan Kutang dan Celana Dalam saja, Kutang yang mama kenakan seakan tidak mampu menampung Payudara mama yang besar itu, garis tubuh mama terlihat seksi, mama memang rajin senam dan yoga untuk merawat tubuhnya.
"Eh..sudah bangun yank."
"Iya...kok mama nggak bangunin Jhoni sih."
"Habis mama lihat kamu tidur nyenyak sekali jadi mama biarkan saja."
"Ma...lapar nih."
"Mama belum masak, mama masih senam dan habis ini mau yoga dulu, tapi di meja makan sudah mama siapkan susu dan roti."
"Huh mama rajin amat senamnya."
"Kan biar mama tetap seksi, bukannya kamu suka kalau mama makin seksi, sudah kamu makan dulu sana."
Mau tak mau akupun tersenyum, iyalah aku jelas mau dong kalau mama makin seksi. Akupun segera menuju meja makan, duduk dan menyantap susu dan roti. Suara musik penggiring senam mama terdengar dari TV.
Setelah selesai makan, aku taruh gelas dan piring ke bak cuci piring, dan kembali ke tempat mama. Akupun duduk sambil memperhatikan mama yang sedang senam dan yoga. Melihat mama yang hanya mengenakan Kutang dan Celana Dalem saja, Kontol ku pun mulai mengeras, terlintas suatu ide nakal di otak ngeresku...
"Ma...masih lama nggak ?"
"Kenapa yank, masih belum kelarlah mama, memangnya kamu masih lapar..?"
"Nggak sih ma, Jhoni senang sih ngelihat mama lagi latihan senam, biar makin seksi...tapi.."
"Tapi apa Jhon, mama tersenyum..."
"Tapi Jhoni mau mama buka saja kutang dan Celana Dalem nya." Kataku nakal...Mama melihatku sejenak, lalu tertawa
"Nanti kalau mama senamnya sambil telanjang, bisa nggak selesai dong, yang ada kamu bakalan senamin mama."
"Yah enggaklah...maksudnya enggak salah lagi gitu, kan itu juga salah mama karena punya bodi terlalu seksi dan panas, sehingga adik Jhoni nggak bisa tenang."
Mama dan aku sama – sama tertawa, lalu mama pun mulai melepas kutang nya, Payudaranya yang besar itu pun seakan meloncat keluar, menggantung dengan indahnya, lalu ia turunkan celana dalam nya, menampakkan rambut kemaluan yang lebat. Glek...walaupun sudah sering melihat dan merasakannya, tapi aku tetap terpesona setiap kali melihat tubuh telanjang mamaku.
"Gimana...senang?"tanya mamaku.
Akupun hanya mengangguk, menggeser kursi agar tepat di hadapan mama, lalu duduk dengan tenang memperhatikan mama, dan mamapun kembali melanjutkan kegiatannya. Payudara mama nampak bergoyang dengan indah saat mama melanjutkan senamnya, bergoyang ke kiri dan kanan, naik turun...wow seksinya, belum lagi bulu keteknya terlihat menggoda.
Kontol ku pun mulai kurasakan mengeras di balik celanaku. Tidak berapa lama mama mulai mengikuti gerakan senam di DVD, kini ia pun rebahan di atas karpet, nampaknya kini sampai pada sesi yang dilakukan sambil rebah di lantai. Dari suara yang terdengar di TV, nampaknya untuk menguatkan pinggang dan pinggul. Kulihat rimbunan rambut kemaluannya yang mengundang, lalu mama mengangkat sebelah kakinya, lalu keduanya, terlihat Memeknya yang tebal, ketika mama melebarkan kakinya terlihat lubang Memek dan itil mama, menggairahkan dan menantang sekali.
Demikian pula waktu mama mengikuti gerakan dengan posisi menungging, pantatnya menghadapku, terlihat pantatnya yang montok dengan rambut halus disekitar lubang pantatnya, belum lagi melihat belahan Memeknya saat posisi menungging menambah mabuk kepayang pada diriku. Kontol ku pun benar – benar mengeras dan berdenyut, terasa sesak di celana, akupun segera membuka celanaku, biar lebih terasa leluasa. Mama tetap melanjutkan kegiatannya.
Akupun mulai mengocok Kontol ku perlahan – lahan, posisi Memek mama benar – benar menghadap ke arahku, gerakan senamnya yang melebarkan kaki, membuat Memek mama semakin menggoda. Aku masih memperhatikan dan mencoba menahan birahiku. Biar bagaimanapun aku senang melihatnya, seperti melihat suatu pertunjukkan saja. Pelan – pelan aku pun mulai turun dari kursi, duduk di ubin, menikmati pemandangan indah di depanku dari jarak dekat....Ah....sudah nggak tahan lagi, segera saja aku dekatkan mulutku ke arah Memek mama. Tanpa basa basi segera kuciumi..
"Ah..Jhoni, mama belum kelar nih senamnya. Protes mamaku"
"Nanti saja ma dilanjuti, Jhoni benar – benar terangsang. Memek mama benar – benar menggoda."
Akupun mulai menjilati dan menciumi rambut kemaluan dan Memek mamaku dengan buasnya, kujilati semua permukaan Memek mamaku dengan liarnya. Mamapun hanya bisa pasrah dan menikmati seranganku, kakinya semakin dibuka dengan lebar.
Kali ini aku bertekad untuk meng-Oral Memek mamaku dengan sebaik mungkin, benar – benar terangsang aku melihat mama mengangkangkan Memeknya mengikuti gerakan senam tadi. Segera saja kuarahkan lidahku ke itil mama, kumainkan dan kuputar – putar ujung lidahku dengan cepat pada itil mama, mamaku mendesah dan menggoyangkan pinggulnya, kedua kakinya kini bergantung di bahuku.
Desahan mama semakin kuat dan sering, kumainkan lidahku, kujilat pula lubang Memeknya, lal kenbali ke itilnya. Jarikupun tak ketinggalan beraksi, kutusukkan jari tengahku ke lubang Memeknya, mama makin merasa nikmat dengan permainan lidahku dan juga sodokan jatiku pada lubang Memeknaya, tangannya pun meremas – remas dan menjambak rambutku.
Sesekali tangan mama memainkan Payudaranya, menghisap putingnya. Cukup lama aku menggarap Memek mamaku dengan lidah dan jariku, Memek mama semakin basah, desahannya semakin liar, akhirnya mamapun menggelepar, terasa Memeknya menyiramkan cairan hangat. Aku berhenti sebentar, membiarkan mama menikmati orgasmenya dan beristirahat sebentar. Lalu aku bangkit dan segera duduk di sofa.
Kontol ku mengacung keras, melihat mama yang terbaring di karpet, dengan posisi kaki mengangkang memperlihatkan Memeknya yang merah sehabis aku mainin. Tak lama mamapun bangun dan menghampiriku. Tangannya yang halus segera memegang kontilku, mengelus dan mengocoknya, tak lama lidahya mulai menari – nari di atas kepala Kontol ku , tangannyapun semakin cepat mengocok batang Kontol ku.
Nikmat sekali rasanya. Sepertinya mama berusaha membalas kenikmatan yang kuberikan tadi. Mulut mamapun kini mulai mengulum Kontol ku , mula – mula hanya setengahnya saja, lalu bleb...seluruh Kontol ku pun dikulumnya, Awww....mama enak sekali rasanya. Mataku merem melek merasakan kenikmatan Oral dari mama. Lama juga mama bermain dengan Kontol ku , setelah aku merasa puas, aku segera menahan gerakan kepala mama dengan lembut.
Aku berdiri, mama kini berhadapan di depanku, aku dorong mama dengan perlahan, kupepetkan badannya ke tembok. Aku ciumi bibirnya, Payudaranya, sementara jariku menusuk lubang Memeknya. Mamapun membalas ciumanku dengan gairah yang panas pula.
Tanpa menunda – nunda lagi, tanganku segera mengangkat dan memegang sebelah kaki mama, kini mama berdiri dengan sebelah kaki dan badan menempel tembok.Segera kuarahkan Kontol ku ke lubang Memeknya yang nikmat. Kupompa dengan cepat dan sedalam mungkin, mamapun semakin bergairah. Terus kuciumi bibirnya, kulumat dengan birahi yang panas. Lidah kami berpagutan dengan liarnya.
Makin kutekan mama ke tembok, kini kedua tangan mama mulai memeluk leherku, aku juga memeluk dan menahan pundak mama dengan kedua tanganku. Dalam satu gerakan mama mengangkat kakinya yang satulagi, dan kedua kakinya kini mengapit erat di pantatku. Kini mama benar – benar brgantung sambil memelukku, Guna menyeimbangkan aku makin merapatkan mama ke tembok.
Gerakan Kontol ku dalam Memek mamapun semakin cepat, karena posisi mama saat ini benar – benar membuat Kontol ku terasa nikmat, rasanya seperti dijepit dan diremas dengan kuat. Ciuman kami makin panas, Payudara mama yang besar terasa enak sekali menempel dengn kuat di dadaku.
"Aahhh...Jhon...gila kamu...mama benar – benar enaaaakkkk nih. Teee...russss Jhon.."
"Aaawww...sodokan kamu gaanaaassss benar...Ooohhhhhh. Jhon...Ooohhh...Ahhhhhh"
Kurasakan tangan mama makin kencang memeluk tubuhku, tak berapa lama mama mengerjang, dari lubang Memeknya kurasakan semburan cairan hangat. Mama orgasme lagi, tampak lemas dan bahagia. Tapi aku tetap meneruskan sodokanku, mama setengah menjerit dan mendesah menahan kenikmatan yang kuberikan pada Memeknya, matanya merem melek dengan ekspresi wajah yang makin membuat aku terangsang. 
Akupun berhenti sebentar, sambil tetap dalam posisi Kontol ku di dalam Memek mama dan mama menggantung memelukku, aku segera menuju kamar mama, segera saja mama kurebahkan, kini aku di atas mama, mama mengangkat dan melebarkan kedua kakinya, semakin memberikan jalan kenikmatan pada Kontol ku. Aku segera memompa Memek mama. Tanganku kembali memainkan dan meremas – remas Payudaranya. Semakin cepat sodokanku, semakin kencang pula Payudara mama bergoyang, makin membuat aku bernafsu.
Kuarahkan mulutku ke Payudara mama, kuciumi dan kucupang kedua Payudara mama, terlihat merah bekas kedua cupanganku di Payudaranya. Lalu lidahku menjilati leher mama. Mama menggeliat kegelian, Kontol ku pun makin cepat bergerak di dalam lubang Memek mama yang nikmat. Mama benar – benar menikmati setiap pompaan Kontol ku . Tak berapa lama mama, mendesah dengan kuat, tubuhnya kembali bergetar. Pinggulnya agak terangkat saat Memeknya kembali memuncratkan orgasmenya. Setengah terpejam karena kenikmatan terlihat di wajah mamaku.
Namun ekspresi wajah mama justru semakin merangsang birahiku. Aku tetap memompa Kontol ku , pinggul mama bergoyang makin liar mengimbangi sodokanku. Aku merasakan sedikit lagi akan mengalami klimaks, maka aku segera memeluk amaku, seiring sodokan terakhir kurasakan spermaku muncrat dengan kuat menyiram liang Memek mama. Aku terkulai lemas, menindih mamaku, keringat kami menyatu. Kuciumin mamaku, lalu aku segera berbaring di sampingnya. Lemas dan bahagia.
"Jhon..mama benar–benar kewalahan, tapi mama senang."
"Mama tidak butuh yang lain, karena ada kamu yang bisa membahagiakan mama."
"Jhoni juga mencintai mama, rasanya nggak ada Wanita yang bisa menandingi mama."
"Jhon...Jhon.., mama senang mendengarnya, mama juga puas sama kamu, tapi mama mau kamu tahu, mama juga nggak mau mengekang kamu, selama kamu senang dan bisa membuat kamu puas, mama bahagia memberikan tubuh mama. Tapi mama tidak mau kamu terpaku sama mama, kamu harus mencari pendamping hidup kamu. Jalan kamu masih panjang sayang, sekarang mungkin kita sedang menikmati kebahagiaan ini. Tapi nantinya mama pasti akan rela melepas kamu bila kamu sudah menemukan pendampingmu."
Aku hanya terdiam, memandangi mama. Mama benar – benar menyayangi aku, aku juga menyayanginya. Lalu akupun mencium keningnya, dan memeluknya.
"Terimakasih ma, mama sungguh baik sama Jhoni, mama sudah memberikan segalanya pada Jhoni, mengajari segalanya, memberikan tubuh mama yang indah, saat ini hanya mama yang Jhoni inginkan dan sayangi, namun bila saatnya tiba Jhoni pasti akan bilang ke mama, dan tetap sayang sama mama. Jhoni selamanya akan sayang dan cinta mama, Jhoni tak akan lupa semuanya, kasih sayang, cinta dan pengalaman indah yang mama berikan."
Mama lalu menciumku, dan memelukku. Lama kami berpelukkan, lalu aku mengajak mama untuk mandi, membersihkan peluh yang ada juga menyegarkan diri. Aku lalu bangun dan membopong tubuh mama ke kamar mandi, kunyalakan shower, kusiram tubuh mama dengan air yang segar.
Kuambil sabun, kusabuni tubuh mama, kuusap sabun pada Payudara mama yang besar, semakin seksi saja terlihat, lama aku menyabuni dan bermain dengan Payudara mama yang indah. Lalu aku sabuni selangkangan mama, kusabuni rambut kemaluan mama yang lebat, lalu Memek mama. Kuusap dengan lembut sabun pada seluruh permukaan dan lubang Memek mama.
Lalu mama gantian menyabuni aku, mengusap dan membersihkan badanku, lalu menyabuni dan mengocok Kontol ku dengan sabun. Setelah membilas bersih, mama lalu kembali memberikan hisapan yang nikmat pada Kontol ku . Aku lalu kembali menyetubuhi mama di kamar mandi.
Begitulah kini kehidupan yang kujalani dengan mama, hari – hari yang kami lewati kami lalui dengan seks yang panas dan membara setiap ada kesempatan. Kami tidak pernah merasa bosan dan terpuaskan. Setiap kali melakukan kami merasakan kenikmatan dan kebahagiaan serta pengalaman baru.
Mama benar – benar telah memberikan pengalaman pertama yang berharga dan akan selalu menempati tempat yang special dalam hatiku. Sementara mama sendiri telah mendapatkan kembali gairah seksnya yang hilang lewat diriku tanpa perlu takut akan kecewa dikhianati atau disakiti.
Kami tidak merasa telah melanggar garis, tidak pula merasa benar atau salah, semua itu cukup menjadi mlik kami saja, karena kami sama – sama menyayangi, mencintai dan membutuhkan, kami melakukan bersama, tanpa ada orang lain yang dirugikan, jadi semuanya adalah kebahagiaan, kenikmatan dan tanggung jawab kami.

 Vacum Pembesar Penis


Read More >>

EDIT ME

EDIT ME

More on this category »

EDIT ME

More on this category »

EDIT ME

More on this category »